terasjabar.id
Minggu, 15 Maret 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Minggu, 15 Maret 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

“Paradoks Akhir Ramadhan” Tradisi Yang Mengeser Esensi

Herman by Herman
15 Mar 2026 21:02
in Berita Utama, Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
0
“Paradoks Akhir Ramadhan” Tradisi Yang Mengeser Esensi

Oleh : Subchan daragana

Ada sesuatu yang selalu terasa ganjil setiap akhir Ramadhan.
Masjid mulai sepi.
Mall justru semakin ramai.
Di sepuluh malam terakhir, malam yang diyakini menyimpan kemungkinan Lailatul Qadr, sebagian orang justru sibuk di jalan, di pusat perbelanjaan, atau di perjalanan mudik yang panjang.

Padahal Rasulullah ﷺ mencontohkan sesuatu yang sangat berbeda.
Dalam riwayat Aishah binti Abu Bakr disebutkan:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ الأَوَاخِرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَشَدَّ مِئْزَرَهُ
“Apabila masuk sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan bersungguh-sungguh dalam ibadah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Bagi Nabi, sepuluh malam terakhir adalah puncak spiritual.
Bagi sebagian umat hari ini, sepuluh malam terakhir justru menjadi puncak logistik lebaran.
Tiket mudik.
Belanja baju baru.
Menyiapkan THR.
Mengatur perjalanan pulang kampung.

Pertanyaannya sederhana namun menggelisahkan:
Mengapa momentum spiritual paling tinggi dalam Islam justru berubah menjadi musim paling sibuk secara duniawi?

Di sinilah kita menemukan sebuah paradoks.
Ramadhan adalah bulan menahan diri, menyederhanakan hidup, dan mendekatkan hati kepada Allah. Tetapi menjelang akhirnya, atmosfer masyarakat justru berubah menjadi sangat konsumtif.
Diskon “Ramadhan sale”.
Iklan pakaian lebaran.
Promo besar-besaran di pusat perbelanjaan.
Secara perlahan, fokus umat bergeser.
Dari pencarian Lailatul Qadr menuju persiapan hari raya.

Padahal Al-Qur’an menggambarkan malam yang sedang kita kejar itu dengan cara yang sangat luar biasa.

Allah berfirman:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Lailatul Qadr lebih baik dari seribu bulan.”
(QS. Al-Qadr: 3)
Seribu bulan berarti lebih dari delapan puluh tahun.

ADVERTISEMENT

Artinya satu malam itu nilainya lebih besar dari seluruh umur manusia dalam ukuran pahala.

Ironisnya, pada malam-malam yang mungkin lebih berharga dari umur kita sendiri, sebagian dari kita justru sedang berdiri di antrean kasir pusat perbelanjaan.

Fenomena ini sebenarnya sudah lama disadari oleh para ulama.
Seorang ulama besar, Ibn Rajab al-Hanbali, dalam kitab Latha’if al-Ma’arif menulis bahwa para salaf justru mencurahkan seluruh energi ibadah mereka pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Bagi mereka, ini bukan fase penutup yang santai.
Ini adalah fase penentuan.
Sementara itu seorang tabi’in besar, Hasan al-Basri, pernah mengingatkan dengan kalimat yang sangat tajam ” betapa buruknya suatu kaum yang hanya mengenal Allah di bulan Ramadhan.”

Ucapan itu terasa semakin relevan hari ini.
Karena bukan hanya setelah Ramadhan berakhir kita kembali sibuk dengan dunia bahkan sebelum Ramadhan selesai pun sebagian dari kita sudah mulai meninggalkan suasana ibadahnya.

Namun di tengah kritik terhadap fenomena ini, kita juga perlu memahami satu hal penting.
Islam memang tidak melarang kegembiraan di hari raya.

Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ لِكُلِّ قَوْمٍ عِيدًا وَهَذَا عِيدُنَا
“Setiap kaum memiliki hari raya, dan ini adalah hari raya kita.”
(HR. Bukhari)

Hari raya memang hari kegembiraan.
Hari silaturahmi.
Hari berbagi.
Tetapi kegembiraan itu datang setelah perjuangan spiritual selesai, bukan menggantikan perjuangan itu.
Di sinilah muncul pertanyaan yang lebih menarik.

Jika berbicara tentang pesta, jamuan makan, dan perayaan bersama keluarga, sebenarnya tradisi itu lebih dekat dengan Idul Adha daripada Idul Fitri.

Pada Idul Adha ada qurban.
Ada pembagian daging.
Ada makan bersama.

Al-Qur’an bahkan secara eksplisit memerintahkan:
فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ
“Makanlah sebagian darinya dan berikanlah kepada orang yang membutuhkan.”
(QS. Al-Hajj: 28)

Bahkan Rasulullah ﷺ menyebut hari-hari setelah Idul Adha sebagai hari makan dan minum.
أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرِ اللَّهِ
“Hari-hari tasyriq adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.”
(HR. Muslim)

Ini menunjukkan bahwa secara struktur ibadah, Idul Adha memang memiliki unsur sosial dan jamuan yang sangat kuat.
Sedangkan Idul Fitri sebenarnya memiliki makna yang jauh lebih kontemplatif.

Ia adalah simbol kembali kepada kesucian setelah perjalanan spiritual yang panjang.
Dalam tradisi para ulama salaf, akhir Ramadhan justru bukan suasana pesta.
Ia adalah suasana haru.

Diriwayatkan bahwa para ulama terdahulu menangis ketika Ramadhan berakhir. Bukan karena lelah berpuasa, tetapi karena takut amal mereka tidak diterima.

Mereka bahkan memiliki tradisi doa yang sangat menarik: enam bulan sebelum Ramadhan mereka berdoa agar dipertemukan dengan Ramadhan, dan enam bulan setelahnya mereka berdoa agar Ramadhan mereka diterima.

Bandingkan dengan suasana kita hari ini.
Ramadhan belum selesai, tetapi pikiran kita sudah sibuk dengan jadwal perjalanan, daftar belanja, dan persiapan hari raya.
Bukan berarti semua itu salah.
Mudik adalah silaturahmi.
Memberi hadiah kepada keluarga adalah kebaikan.
Memakai pakaian terbaik di hari raya adalah sunnah.

Namun yang patut kita renungkan adalah proporsinya.
Apakah kita lebih sibuk menyiapkan hari raya daripada menyiapkan akhir Ramadhan?
Karena jika Ramadhan adalah tamu agung, maka sepuluh malam terakhir adalah saat-saat terakhir kita bersamanya.

RELATED POSTS

Manfaat Puasa Ramadhan Bagi Tubuh, Ternyata Sehat Banget!

“SAAT AYAH PULANG KEPADA MAKNA “

WA’AFU “( AMPUNAN YANG MENGHAPUS JEJAK)

Tips Gym di Bulan Puasa Supaya Badan Tetap Segar dan Gak Lemas, Gini Kiatnya!

Auto Sehat, Ini Manfaat Tidur Cukup Saat Puasa di Bulan Ramadhan

Dan mungkin pertanyaan paling jujur yang perlu kita ajukan kepada diri sendiri adalah ini:
Mengapa kita begitu sibuk menyambut hari raya,
tetapi tidak terlalu sedih ketika Ramadhan pergi?
Padahal mungkin di malam-malam terakhir itulah Allah sedang menurunkan rahmat terbesar-Nya.

Dan bisa jadi di antara suara kendaraan mudik dan hiruk pikuk pusat perbelanjaan Lailatul Qadr lewat begitu saja tanpa kita sadari.
Karena kita terlalu sibuk menyiapkan pesta.
Padahal yang sedang pergi adalah bulan yang mungkin tidak akan pernah kembali dalam hidup kita. 🌙

Tags: RamadhanSubchan Daragana
ShareTweetSend

Related Posts

Manfaat Puasa Ramadhan Bagi Tubuh, Ternyata Sehat Banget!
Lifestyle

Manfaat Puasa Ramadhan Bagi Tubuh, Ternyata Sehat Banget!

14 Mar 2026 16:26
“SAAT AYAH PULANG KEPADA MAKNA “
Berita Utama

“SAAT AYAH PULANG KEPADA MAKNA “

13 Mar 2026 04:38
WA’AFU “( AMPUNAN YANG MENGHAPUS JEJAK)
Berita Utama

WA’AFU “( AMPUNAN YANG MENGHAPUS JEJAK)

11 Mar 2026 08:56
Tips Gym di Bulan Puasa Supaya Badan Tetap Segar dan Gak Lemas, Gini Kiatnya!
Lifestyle

Tips Gym di Bulan Puasa Supaya Badan Tetap Segar dan Gak Lemas, Gini Kiatnya!

4 Mar 2026 21:00
Auto Sehat, Ini Manfaat Tidur Cukup Saat Puasa di Bulan Ramadhan
Lifestyle

Auto Sehat, Ini Manfaat Tidur Cukup Saat Puasa di Bulan Ramadhan

26 Feb 2026 19:40
Dampak Buruk Jika Tidak Sahur Saat Puasa, Jangan Dianggap Sepele!
Lifestyle

Dampak Buruk Jika Tidak Sahur Saat Puasa, Jangan Dianggap Sepele!

26 Feb 2026 18:07

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Maksimal 45 Tahun! Mie Gacoan Adakan Loker Buat Lulusan SMA dan SMK

Maksimal 45 Tahun! Mie Gacoan Adakan Loker Buat Lulusan SMA dan SMK

10 Mar 2026 15:30
Tanpa Pengalaman, Yogya Group Bandung Gelar Loker Store Crew untuk Lulusan SMA SMK

Tanpa Pengalaman, Yogya Group Bandung Gelar Loker Store Crew untuk Lulusan SMA SMK

12 Mar 2026 15:51
Fresh Graduate! PT Djarum Buka Loker 2 Posisi, Ini Link Daftarnya

Fresh Graduate! PT Djarum Buka Loker 2 Posisi, Ini Link Daftarnya

11 Mar 2026 16:24
Tragis, Martin Ditemukan Tewas Diduga Terjun dari Lantai 17  Apartemen The Suites Metro Bandung

Tragis, Martin Ditemukan Tewas Diduga Terjun dari Lantai 17 Apartemen The Suites Metro Bandung

11 Mar 2026 19:57
Lahan  3 Hektar di Cimenyan Kab. Bandung Diamuk Api, Ini Dugaan Asal “si Jago Merah”

Lahan 3 Hektar di Cimenyan Kab. Bandung Diamuk Api, Ini Dugaan Asal “si Jago Merah”

0
Bangunan Warkop di Jalan Dipatiukur Bandung Terbakar, 9 Karyawan Luka Bakar

Bangunan Warkop di Jalan Dipatiukur Bandung Terbakar, 9 Karyawan Luka Bakar

0
Keluarga Hafidz Quran Talkshow di Masjid Al Hidayah RW 06 Babakansari, Ini Temanya

Keluarga Hafidz Quran Talkshow di Masjid Al Hidayah RW 06 Babakansari, Ini Temanya

0
Polisi Lakukan Rekayasa Lalu Lintas One Way dari Bandung Menuju Tasikmalaya

Polisi Lakukan Rekayasa Lalu Lintas One Way dari Bandung Menuju Tasikmalaya

0
Lahan  3 Hektar di Cimenyan Kab. Bandung Diamuk Api, Ini Dugaan Asal “si Jago Merah”

Lahan 3 Hektar di Cimenyan Kab. Bandung Diamuk Api, Ini Dugaan Asal “si Jago Merah”

15 Mar 2026 20:45
Bangunan Warkop di Jalan Dipatiukur Bandung Terbakar, 9 Karyawan Luka Bakar

Bangunan Warkop di Jalan Dipatiukur Bandung Terbakar, 9 Karyawan Luka Bakar

15 Mar 2026 20:40
Keluarga Hafidz Quran Talkshow di Masjid Al Hidayah RW 06 Babakansari, Ini Temanya

Keluarga Hafidz Quran Talkshow di Masjid Al Hidayah RW 06 Babakansari, Ini Temanya

15 Mar 2026 16:43
Polisi Lakukan Rekayasa Lalu Lintas One Way dari Bandung Menuju Tasikmalaya

Polisi Lakukan Rekayasa Lalu Lintas One Way dari Bandung Menuju Tasikmalaya

15 Mar 2026 16:32
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.