TERASJABAR.ID – Di Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, semangat menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah terasa lebih istimewa. Sebanyak sepuluh pasangan pengantin dari berbagai desa berkumpul di Aula Kantor Urusan Agama setempat untuk melangsungkan pernikahan secara serentak dan tanpa biaya sepeser pun.
Kegiatan yang diselenggarakan Panitia Hari Besar Keagamaan ini menjadi bukti nyata kepedulian terhadap warga yang ingin membangun rumah tangga secara sah namun terhalang keterbatasan ekonomi.
Suasana berlangsung khidmat dan penuh haru. Keistimewaan acara ini terasa makin nyata dengan kehadiran langsung Bupati Majalengka, Eman Suherman, yang turut menjadi saksi pengikatan janji suci tersebut. Bagi pasangan seperti Hari Setiawan dan Nunung dari Desa Pilangsari, kesempatan ini adalah jawaban atas harapan yang sempat terasa berat terwujud. Demikian pula Safei dan Anisah dari Desa Pangkalanpari, yang rencana pernikahannya sempat tertunda lama karena kendala biaya. Bagi mereka, program ini bukan sekadar kemudahan, melainkan jalan yang membahagiakan.
Bupati Majalengka menilai kegiatan ini sebagai terobosan positif yang pertama kali dilakukan di wilayahnya. Berbeda dengan kegiatan isbat nikah yang biasa diselenggarakan, kali ini difokuskan bagi pasangan yang sama sekali belum menikah secara resmi. Menurutnya, langkah ini sangat tepat untuk menekan biaya pernikahan yang sering kali terasa memberatkan, tanpa mengurangi nilai sakral dan makna pernikahan itu sendiri.
Lebih dari sekadar seremonial, nikah massal ini menjadi awal lembaran baru bagi sepuluh pasangan. Di hari yang penuh berkah ini, di tengah kehadiran keluarga dan tokoh masyarakat, mereka melangkah bersama menyusun masa depan—sebuah awal tahun yang indah, penuh keberkahan, dan bukti bahwa kebersamaan serta dukungan bisa mewujudkan kebahagiaan bagi banyak orang.(*)














