terasjabar.id
Sabtu, 9 Mei 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Sabtu, 9 Mei 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Daerah

Merindu Pembangunan yang Mampu Membaca Arah air, Paham Karakter Tanah dan Menghormati Peran Gunung

Wawan Hermawan by Wawan Hermawan
23 Des 2025 10:18
in Daerah
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Merindu Pembangunan yang Mampu Membaca Arah air, Paham Karakter Tanah dan Menghormati Peran Gunung

Kita jaga kelestarian Gunung Ciremai 3.078 mdpl

TERASJABAR.ID – Lereng Gunung Ciremai merupakan kawasan ekologis strategis bagi wilayah Kab. Kuningan dan sekitarnya. Kawasan ini berfungsi sebagai daerah tangkapan air utama, penyangga kehidupan pertanian, serta sumber mata air bagi permukiman di dataran bawah.

Berdasarkan update data selama satu dekade terakhir, kawasan seperti Palutungan, Pajambon, Sukamukti, dan Cisantana mengalami pertumbuhan pesat sebagai destinasi wisata alam. Namun, perkembangan tersebut berjalan dengan visi masing-masing, sering tanpa kerangka mitigasi hidrologi yang terpadu.

Hal itu disampaikan Yusup Oeblet pemilik Padepokan Bumi Seni Tarikolot (BST) di Desa Sukamukti, Kec. Jalaksana, Kab. Kuningan, terkait keberadaan kawasan wisata di lereng Gunung Ciremai, Selasa (23/12/2025)

“Secara geomorfologi, lereng Ciremai memiliki kemiringan curam, tanah vulkanik yang relatif labil, serta jaringan aliran air permukaan yang sensitif terhadap perubahan tutupan lahan. Dalam kondisi alami, hutan dan vegetasi lereng berperan penting menahan limpasan air hujan, memperlambat aliran permukaan, dan menjaga kestabilan tanah. Ketika kawasan ini berkembang menjadi zona wisata—dengan pembangunan jalan, parkiran, vila, cafe, dan wahana—fungsi alami tersebut perlahan tereduksi,” jelasnya.

Oeblet menyebutkan, di kawasan Palutungan dan Cisantana, alih fungsi lahan dan peningkatan bangunan permanen di daerah hulu berimplikasi langsung pada perubahan pola aliran air. Air hujan yang semestinya meresap ke dalam tanah kini lebih cepat mengalir di permukaan, meningkatkan risiko banjir lokal, erosi saluran, dan sedimentasi di wilayah hilir. Pajambon dan Sukamukti, yang berada dalam jalur aliran air yang sama, turut menerima dampak akumulatif dari perubahan tersebut, papar dia.

ADVERTISEMENT

Mitigasi hidrologi di kawasan wisata lereng gunung seharusnya menjadi fondasi utama penataan wilayah. Pertama, diperlukan penetapan zonasi berbasis daya dukung dan daya tampung lingkungan. Zona hulu dan daerah resapan air harus dibatasi secara ketat dari pembangunan intensif. Aktivitas wisata di zona ini perlu diarahkan pada konsep ekowisata rendah dampak, dengan struktur non-permanen dan minim perubahan kontur tanah.

“Kedua, setiap pembangunan kawasan wisata wajib mengintegrasikan sistem pengelolaan air hujan. Pembuatan drainase alami, sumur resapan, kolam retensi, dan terasering yang sesuai kontur lereng menjadi keharusan, bukan pilihan. Tanpa pendekatan ini, air akan terus menjadi ancaman, bukan sumber kehidupan,” tuturnya.

RELATED POSTS

Eko Kurnianto: “Pembangunan Harus Terasa Hingga ke Dompet dan Dapur Warga”

H. Untung : Musrenbang menjadi Momentum Penting Arah Pembangunan Jawa Barat

Komisi V DPRD Jabar Tinjau Progres Pembangunan SMA Negeri 20 Kota Bekasi

Mendiktisaintek Dorong Pelibatan Kampus untuk Kejar Pembangunan Ekonomi

Tahap Awal Tol Getaci Akan Bangun Ruas Gedebage-Tasik, Ini Kata Yod Mintaraga

Ketiga, penataan kawasan harus melampaui batas administratif desa. Sistem hidrologi tidak mengenal batas wilayah pemerintahan. Oleh karena itu, perencanaan Palutungan, Pajambon, Sukamukti, dan Cisantana perlu disatukan dalam satu kerangka pengelolaan kawasan lereng Ciremai yang terpadu. Koordinasi lintas desa dan lintas sektor menjadi kunci untuk mencegah kebijakan yang saling bertabrakan.

Kasus-kasus genangan, longsor kecil, rusaknya saluran air, hingga berkurangnya debit mata air yang mulai dirasakan masyarakat setempat seharusnya dibaca sebagai sinyal peringatan dini. “Ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan persoalan keberlanjutan hidup dan keselamatan bersama. Kawasan wisata yang tumbuh tanpa kendali hidrologi berpotensi mewariskan risiko bencana bagi generasi berikutnya,” tegas Oeblet.

Penataan kawasan wisata lereng Gunung Ciremai, lanjutnya, harus berpijak pada pemahaman alam, bukan sekadar pada logika pasar wisata. Pembangunan yang bijak adalah pembangunan yang mampu membaca arah air, memahami karakter tanah, dan menghormati peran gunung sebagai penyangga kehidupan. Dengan demikian, Palutungan, Pajambon, Sukamukti, dan Cisantana dapat berkembang sebagai kawasan wisata yang aman, lestari, dan berkeadilan ekologis.*

Tags: Membaca Arah AirMerinduPembangunan
ShareTweetSend

Related Posts

Eko Kurnianto: “Pembangunan Harus Terasa  Hingga  ke Dompet dan Dapur Warga”
Berita Utama

Eko Kurnianto: “Pembangunan Harus Terasa Hingga ke Dompet dan Dapur Warga”

5 Mei 2026 08:00
H. Untung : Musrenbang menjadi Momentum Penting Arah Pembangunan Jawa Barat
Wakil Rakyat

H. Untung : Musrenbang menjadi Momentum Penting Arah Pembangunan Jawa Barat

15 Apr 2026 16:08
Komisi V DPRD Jabar Tinjau Progres Pembangunan SMA Negeri 20 Kota Bekasi
Berita Utama

Komisi V DPRD Jabar Tinjau Progres Pembangunan SMA Negeri 20 Kota Bekasi

11 Mar 2026 13:59
Mendiktisaintek Dorong Pelibatan Kampus untuk Kejar Pembangunan Ekonomi
News

Mendiktisaintek Dorong Pelibatan Kampus untuk Kejar Pembangunan Ekonomi

8 Mar 2026 17:14
Tahap Awal Tol Getaci Akan Bangun Ruas Gedebage-Tasik, Ini Kata Yod Mintaraga
Berita Utama

Tahap Awal Tol Getaci Akan Bangun Ruas Gedebage-Tasik, Ini Kata Yod Mintaraga

19 Nov 2025 08:07
Heri Hermawan: “Kota Bandung Harus Punya Acuan yang Jelas Terkait Pembangunan Kependudukan ke Depan”
Berita Utama

Heri Hermawan: “Kota Bandung Harus Punya Acuan yang Jelas Terkait Pembangunan Kependudukan ke Depan”

15 Nov 2025 07:20
Next Post
Simpati atau Empati? Ini Cara Menggunakannya Secara Seimbang

Simpati atau Empati? Ini Cara Menggunakannya Secara Seimbang

Kemenkes Revitalisasi 800 Puskesmas di 3 Provinsi Terdampak Bencana

Kemenkes Revitalisasi 800 Puskesmas di 3 Provinsi Terdampak Bencana

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ada 5 Posisi, PT Medion Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

Ada 5 Posisi, PT Medion Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

28 Apr 2026 15:29
Info Loker BUMN: KAI Services Bandung Buka Lowongan Buat Lulusan SMA SMK

Info Loker BUMN: KAI Services Bandung Buka Lowongan Buat Lulusan SMA SMK

7 Mei 2026 16:55
TERBARU NIH! Cimory Bandung Buka Loker Helper Gudang Buat Lulusan SMA

TERBARU NIH! Cimory Bandung Buka Loker Helper Gudang Buat Lulusan SMA

7 Mei 2026 17:27
YUK DAFTAR! PT Kahatex Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

YUK DAFTAR! PT Kahatex Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

8 Mei 2026 15:25
BAZNAS dan Kemensos Perkuat Kolaborasi Percepat Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

BAZNAS dan Kemensos Perkuat Kolaborasi Percepat Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

0
Diplomasi Iran Beralih ke Eropa di Tengah Retaknya Hubungan dengan AS

Menlu Iran: Rakyat Tak Akan Pernah Tunduk pada Tekanan AS

0
Manchester City Menang 2-0, Guardiola: Mustahil Raih Trofi Tanpa De Bruyne

Jelang Duel Penting, Manchester City Dapat Kabar Positif soal Rodri

0
Bayer Leverkusen Siap Bayar Mahal, Florian Wirtz Malah Pilih ke Inggris

Liverpool Diterpa Cedera, Slot Bawa Kabar Terbaru soal Wirtz dan Konate

0
Masih Banyak yang Gak Tahu, Ini Penyebab Badan Gampang Berkeringat!

Masih Banyak yang Gak Tahu, Ini Penyebab Badan Gampang Berkeringat!

8 Mei 2026 23:30
Penyebab Telapak Tangan Berkeringat, Apa Saja?

Cek Penyebab Telapak Tangan Berkeringat, Apa Saja?

8 Mei 2026 22:00
BAZNAS dan Kemensos Perkuat Kolaborasi Percepat Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

BAZNAS dan Kemensos Perkuat Kolaborasi Percepat Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

8 Mei 2026 21:54
Diplomasi Iran Beralih ke Eropa di Tengah Retaknya Hubungan dengan AS

Menlu Iran: Rakyat Tak Akan Pernah Tunduk pada Tekanan AS

8 Mei 2026 21:42
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.