Di sisi lain, kondisi komoditas pangan lain seperti ayam dan telur juga berada dalam kondisi surplus. Hal ini semakin memperkuat stabilitas pangan nasional.
Mentan menambahkan bahwa ketersediaan pupuk juga dalam kondisi aman, bahkan harga pupuk saat ini tercatat mengalami penurunan sekitar 20 persen.
Penurunan harga tersebut dinilai mampu meningkatkan semangat petani untuk terus melakukan penanaman.
“Pupuk cukup dan bahkan harganya turun sekitar 20 persen. Ini menjadi motivasi besar bagi petani untuk terus menanam,” ujarnya.
Mentan menegaskan bahwa kondisi pangan nasional tetap stabil meskipun dunia saat ini menghadapi dinamika geopolitik global serta potensi fenomena iklim seperti El Nino dan kekeringan.
“Kita tidak terlalu terpengaruh dengan kondisi geopolitik global maupun potensi El Nino. Produksi kita kuat, stok kita aman,” tegasnya.
Selain itu, optimalisasi lahan rawa yang telah direhabilitasi juga menjadi salah satu strategi penting dalam menjaga produksi saat musim kering.
Lahan-lahan tersebut dinilai sangat potensial untuk tetap menghasilkan produksi padi meskipun pasokan air di daerah lain terbatas.
Dengan berbagai langkah tersebut, Mentan memastikan bahwa pemerintah terus bekerja untuk menjaga stabilitas pangan nasional sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
“Insya Allah pangan kita aman. Produksi kuat, stok cukup, dan berbagai langkah antisipasi sudah kita lakukan,” pungkasnya.***
















