MNCU adalah perguruan tinggi milik MNC Group yang mengusung integrasi dengan industri langsung, terhubung dengan 83 perusahaan milik MNC Group dalam empat kelompok usaha, yaitu Media & Entertainment, Financial Services, Tourism & Hospitality, serta Energy Investment.
Rektor MNCU Dendi Pratama mengungkapkan, kerja sama ini meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat serta peningkatan kapasitas SDM melalui berbagai kegiatan, seperti seminar, workshop, dan program pengembangan kompetensi lainnya.
“Kolaborasi ini juga membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman praktis melalui program magang di lingkungan industri, sehingga mereka dapat memiliki kesiapan kerja yang lebih baik dan relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri,” tuturnya.
Selain itu, upaya promosi bersama juga akan dilakukan untuk meningkatkan visibilitas serta kontribusi kedua institusi dalam mencetak SDM unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Menurut Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) Wulan Aprilianti Permatasari, kedua institusi—Kemenperin dan MNCU—memiliki pengalaman baik yang menjadi potensi besar untuk mengembangkan kerja sama dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Kemenperin telah memiliki pengalaman yang kuat, baik dalam pendidikan vokasi yang link and match dengan industri, penelitian terapan yang mendukung pengembangan sektor industri, maupun pengabdian kepada masyarakat yang berdampak langsung, sedangkan MNCU telah menunjukkan kiprah yang baik dengan pendekatan yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta terintegrasi dengan kebutuhan dunia usaha dan industri,” ungkapnya.
Kedua pihak berharap sinergi yang terjalin dapat berjalan dengan baik, memberikan manfaat yang luas, serta menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas SDM nasional yang unggul dan berdaya saing global.
Kemenperin saat ini juga tengah membuka pendaftaran siswa dan mahasiswa baru pada unit pendidikan vokasinya melalui Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) Bersama 2026 yang dapat diakses hingga Mei 2026 pada tautan jarvis.kemenperin.go.id.***
Sumber: Siaran Pers Kemenperin














