TERASJABAR.ID – Dentuman semangat gotong royong menggema di Priangan Timur. Lima batalyon TNI di wilayah ini sukses menggelar kegiatan besar yang menjadi sorotan publik. Acara tersebut disaksikan langsung oleh Kasrem yang mewakili Pangdam III/Siliwangi, dan berjalan mulus berkat sinergi luar biasa antara prajurit, Gandara Group 37, sahabat Ryano, serta masyarakat.
Keberhasilan ini bukan kebetulan. Kelima batalyon bergerak serentak, mematahkan segala hambatan di lapangan. Koordinasi rapat, kerja cepat, dan semangat pantang menyerah membuat seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa cela. Ini bukti nyata bahwa ketika TNI bersatu dengan rakyat, tidak ada target yang mustahil dicapai.
“Acara kegiatan ini bisa sukses karena ada Gandara Group 37 dan bersama-sama kita berdoa. Dengan sahabat Ryano, kita semakin banyak berbuat kebaikan, mengulurkan tangan untuk bisa bersama-sama rakyat mewujudkan kepedulian dan bergotong royong. Tentunya doa yang baik akan dikabulkan oleh Allah SWT,” tegas Kasrem062 Garut, Letkol Inf Hamzah Budi Susanto mewakili Pangdam III/Siliwangi.
Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan ini dimaknai sebagai simbol kepedulian TNI kepada rakyat. Setiap bantuan yang diberikan bukan hanya berupa materi, tetapi membawa pesan moral dan spiritual. Di dalamnya ada doa, ada semangat, dan ada tekad untuk menghidupkan kembali nilai gotong royong yang mulai terkikis zaman.
“Semua yang kita berikan ini bukan sekedar pemberian, akan tetapi ini adalah simbol kepedulian. Di sana ada doa dan ada semangat untuk meningkatkan rasa gotong royong yang sebenarnya sudah menjadi pegangan hidup para pendahulu dan orang tua kita,” lanjut Kasrem.
Pernyataan itu menjadi pengingat keras bahwa jati diri bangsa Indonesia adalah saling bantu membantu, saling tolong menolong, dan saling menguatkan. Filosofi gotong royong bukan sekadar slogan di atas kertas, tetapi harus dihidupkan dalam tindakan nyata, terutama ketika rakyat membutuhkan.
Peran Gandara Group 37 dan sahabat Ryano dalam kegiatan ini juga mendapat apresiasi tinggi. Kolaborasi antara TNI dan komunitas sipil membuktikan bahwa kekuatan kolektif akan melipatgandakan dampak kebaikan. Masyarakat tidak lagi menjadi penonton, tetapi ikut turun tangan mewujudkan kepedulian bersama.
Kasrem menegaskan, keberhasilan lima batalyon ini harus menjadi contoh bagi wilayah lain. TNI hadir bukan hanya saat ada ancaman militer, tetapi juga saat rakyat butuh uluran tangan dalam membangun, membantu, dan menguatkan.
Dengan doa yang dipanjatkan bersama, dengan semangat yang dikobarkan bersama, dan dengan gotong royong yang dijalankan bersama, Priangan Timur hari ini menunjukkan wajah Indonesia yang sesungguhnya. Bersatu, peduli, dan bergerak untuk rakyat.(KRIS)

















