TERASJABAR.ID – Ternyata, sampah kian menumpuk dan menggunung di sejumlah titik di 7 desa Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Rabu (15/4/2026).
Berdasarkan pantauan, tumpukan dan gunungan sampah ini terlihat di sejumlah titik, di antaranya di Pasar Sehat Cileunyi, di sekitar kolong jembatan Tol Cisumdawu, di pinggir jalan protokol, jalan kabupaten, jalan desa, jalan depan stasiun kereta cepat Whoosh Tegalluar Desa Cibiru Hilir hingga di komplek-komplek perumahan.
Kondisi tumpukan dan gunungan sampah ini jelas lingkungan sekitarnya kian kotor ditambah guyurà n hujan, sampah mengeluarkan bau menyengat.
Di sejumlah komplek perumahan pun, sampah rumah tangga ini terlihat penuh di tong sampah dan dapan rumah tersimpan di karung plastik, termasuk menggantung di pagar-pagar rumah.
Melihat sampah yang 1 bulan, 2 bulan, dua pekan dan 3 pekan belum diangkut, banyak warga melontarkan kekesalannya dan sumpah sarapah. Pasalnya, mereka tak pernah telat sebulan sekali membayar retribusi sampah ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung.
“Kumaha Ieu Tumpukan Jeung Gunungan Runtah di Cileunyi Iraha Rek Dirarik?, Warga pan teu pernah telat mayar retribusi sampah,”tutur Solihin (45) warga Desa Persiapan Pandawangi, Rabu (15/4/2026).
Arif membenarkan jika saat ini banyak titik sampah di wilayah 5 di antaranya di Rancaekek dan Cileunyi belum ditarik.
“Ada sekitar 100 titik lebih sampah di wilayah 5 hingga saat ini belum bisa ditarik, termasuk di Pasar Sehat Cileunyi,” kata Arif, Rabu (16/4/2026).
Selain itu, kata Arif, tumpukan gunungan sampah bukan hanya di wilayah 5, namun nyaris menyeluruh di wilayah Kabupaten Bandung, termasuk di garasi DLH Jalan Citaliktik Soreang yang belum sempat di tarik.
“Kendala utama tertundanya penarikan sampah karena terkait terbatasnya kuota ritase ke TPAS Sarimukti,”ungkap Arif.
Saat ini, kata Arif, kuota ritase sampah dari Kabupaten Bandung ke TPAS Sarimukti hanya 280 ton sampah per hari, sementara normalnya harus 1.000 ton sampah per hari.
“Pembatasan kuota ritase sampah ke TPAS Sarimukti jelas berdampak. Hari ini saja sampah dari Kabupaten Bandung tak bisa dibuang karena kuota habis,” pungkas Arif.
















