Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Tatang Suryana, menyampaikan hingga saat ini telah terbentuk 5.957 Kopdes Merah Putih di Jawa Barat dengan 684 gerai sudah terbangun 100%.
Pada sesi diskusi dan tanya jawab, Ketua Kopdes Merah Putih Cileunyi Wetan, Dedi Nurendi berbagi success story bahwa Kopdes Merah Putih yang dipimpinnya mendapatkan omset Rp6,08 miliar pada tahun 2025 dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp92 juta.
Pencapaian ini diraih berkat akses Modal Penyertaan awal sebesar Rp2 miliar dari KSP Citra Mandiri Jawa Barat dengan bagi hasil 60% untuk KDMP dan 40% untuk KSP Citra Mandiri Jabar.
“Bagi kami, tentunya ini tidak mudah. Kami merupakan penggabungan dari koperasi sebelumnya. Ini hasil dari program Inkubasi di Kabupaten Bandung,” ungkap Dedi.
Seminar menghadirkan tiga narasumber yang dipandu oleh moderator Agung Irianto selaku Tim Mentor Program Magang Nasional Kopdes Merah Putih.
Dua narasumber lainnya yakni Prof. Dr. Ida Hindarsah, S.Sos., Wakil Dekan III FISIP Universitas Pasundan dan Dr. Suwandi S. Sarjo, S.E., M.Si pakar di bidang koperasi dan UMKM.
Pesan kunci yang menguat dari ketiga narasumber adalah bahwa Kopdes Merah Putih harus diposisikan sebagai entitas bisnis yang sehat, dengan tata kelola yang baik, model bisnis yang jelas, dan nilai tambah produk yang nyata. Pembiayaan ditempatkan sebagai katalisator, bukan sebagai tujuan akhir.
Dengan fondasi tersebut, Kopdes Merah Putih akan menjadi bankable dan layak mengakses berbagai skema pembiayaan yang telah tersedia.
Turut hadir pada kesempatan tersebut yakni Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM dan Talenta, Kepala Biro Umum dan Keuangan Kementerian Koperasi, Direktur Utama LPDB Koperasi.***
Sumber: Siaran Pers Kemenkop










