terasjabar.id
Senin, 8 Juni 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Senin, 8 Juni 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Kanan Dalam

Herman by Herman
8 Jun 2026 08:55
in Berita Utama, Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Panda Dimsum

Dahlan Iskan


Oleh: Dahlan Iskan

Senin 08-06-2026

SAYA pikir itu rumor lama yang di-posting ulang di medsos: Chatib Basri akan jadi menteri keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Ternyata beda. Di rumor lama hanya berhenti sampai Chatib Basri jadi menkeu. Yang beredar sekarang ini ada lanjutannya: Purbaya dapat tugas baru sebagai gubernur Bank Indonesia.

Tentu saya tahu Chatib Basri: Ia pernah jadi menteri keuangan di akhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saya juga mengikuti banyak karya tulisnya. Ia ekonom tulen. Ia hampir sama dengan Sri Mulyani tapi ada bedanya. Mereka sama-sama ekonom Universitas Indonesia tapi punya jalan berbeda setelah itu. Sri Mulyani produk Amerika. Chatib Basri ekonom lulusan Australia (the Australian National University, sebuah kampus riset di Canberra).

Tulisan yang paling menyentak dari Chatib Basri diterbitkan di Kompas di akhir masa jabatan Presiden Jokowi. Sebenarnya cara Chatib menulis sudah sangat hati-hati tapi kejujuran yang muncul dari tulisan itu sangat menyentak: selama 10 tahun terakhir jumlah kelas menengah Indonesia mengalami penurunan sebanyak delapan juta orang.

Itulah kali pertama ada ekonom yang melihat bahwa gemerlap ekonomi selama pemerintahan Jokowi ternyata menyimpan kenyataan pahit seperti itu. Pertumbuhan lima persen per tahun ternyata tidak membuat pendapatan per kapita rakyat Indonesia bisa mencapai angka USD5.000.

Merosotnya jumlah kelas menengah itu sekaligus mengungkapkan sisi gelap pertumbuhan: siapa yang tumbuh.

Kalau benar Chatib Basri akan menjadi menteri keuangan, sebenarnya seirama saja dengan misi Presiden Prabowo yang tampak sekarang.

Sebenarnya banyak juga yang bimbang: biar pun pertumbuhan pendapatan per kapita kita amat-amat lambat, ekonomi Indonesia masih tergolong baik. Setidaknya lumayan. Lalu mengapa Presiden Prabowo berani mengubah yang sudah lumayan itu sampai membuat ekonomi terguncang begini berat –khususnya di kurs rupiah dan bursa saham?

Salah satu jawabannya adalah tulisan Chatib Basri itu tadi: jumlah kelas menengah tidak boleh turun. Justru harus naik. Pendapatan per kapita tidak boleh berhenti di USD5.000. Itu bisa membuat Indonesia terjebak seperti diuraikan dalam teori “jebakan kelas menengah”.

Hanya saja sudah sangat jelas bahwa Chatib Basri adalah ekonom pro-pasar bebas. Ia belajar mendalam teori ekonomi seperti Keynesian, Monetarist, maupun Austrian School. Tapi ia bukan 100 persen pengikut aliran itu. Chatib masih percaya bahwa negara harus ikut campur dan mengarahkan.

Maka kalau pun Chatib Basri itu tergolong aliran kanan, ia seorang pemain kanan dalam –bukan kanan luar murni seperti David Beckham atau Luis Vigo. Chatib itu seperti Johan Cruyff di tim juara dunia Belanda entah tahun berapa itu.

Masalahnya: apakah Chatib Basri mau seandainya ditawari jabatan itu. Sebagai ekonom kanan, Chatib pastilah penganut disiplin fiskal yang ketat. Harus disiplin anggaran. Apakah Chatib bisa berada di bawah Presiden Prabowo yang begitu banyak punya keinginan dan semua keinginannya itu memakan biaya sangat besar.

Sebelum ia mau menerima jabatan, apakah orang kampus murni seperti Chatib berani minta waktu bertemu Presiden Prabowo. Bukan sekadar bertemu tapi berdiskusi.

Sebenarnya saya ingin orang seperti Chatib tampil di pemerintahan. Terutama kalau Purbaya punya hambatan fisik –yang diberitakan kian kurus badannya.

Chatib sudah punya pengalaman menjabat menteri keuangan. Ia tidak bisa lagi disebut orang kampus murni. Ilmunya pernah diterapkan di kebijakan. Ia ikut mengatasi krisis keuangan yang berat di tahun 2008-2009. Juga saat Amerika melakukan pengetatan moneter.

Tapi memang harus terjadi diskusi dulu dengan Presiden Prabowo: apa saja yang akan ia lakukan, dan apakah itu bisa diterima oleh Presiden. Rasanya Presiden akan bisa menerima pemikiran baru karena beliau seorang intelektual –salah satu ciri intelektual adalah menjunjung tinggi kebenaran sejak dari berpikirnya.

Apalagi kenyataan ekonomi yang dihadapi Presiden Prabowo sekarang sudah lebih buruk dari saat beliau menerima jabatan itu.

Tentu dalam diskusi itu tidak harus ada yang kalah dan yang menang. Chatib Basri juga harus mendengar dasar-dasar pemikiran ekonomi presiden. Keduanya punya asumsi yang sama: sama-sama ingin ada perubahan agar Indonesia terhindar dari jebakan kelas menengah.

ADVERTISEMENT

Siapa tahu muncul ”kemenangan baru”: keinginan Presiden Prabowo tetap bisa terealisasikan tanpa harus terjadi keguncangan. Guncangan sudah telanjur terjadi. Tapi masih bisa diselamatkan. Saya termasuk yang ingin perubahan itu terjadi tapi juga tidak ingin terjadi guncangan yang berat.

Dalam istilah saya di depan ribuan pengusaha di Batu, Malang, beberapa bulan lalu: Silakan pengusaha besar tidak perlu lagi dibantu tapi jangan diganggu.

Saya berharap Chatib Basri mau menerima tawaran itu. Secara pribadi mungkin ia rugi. Terutama keluarganya. Apalagi risiko jadi pejabat publik di zaman ini amat berat. Clean saja tidak cukup. Harus clean and clear.

RELATED POSTS

Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 6 Persen Tahun 2026, Ini Penjelasannya

Ternyata, Pengganti Sri Mulyani Alumni ITB Kelahiran Bogor, Ini Kiprah Purbaya

Alhamdulillah, Anggaran Beasiswa KIP Kuliah Tahun 2025 Tidak Ada Pemotongan, Ini Penjelasan Menteri Keuangan

Heboh Isu Gaji Ke 13 dan THR ASN Akan Dihapuskan, Menteri Keuangan Beri Sinyal Ini

Jabatan ini bisa membuat badan kurus, tidur sangat kurang, apalagi perhatian kepada keluarga. Tapi keluarga besar Indonesia menunggunya. Hanya jiwa pengabdian yang tinggi yang membuatnya mau –seperti seseorang dulu yang mati-matian tidak mau jadi dirut PLN sampai ada yang bilang: kelistrikan negara harus diselamatkan.

Sekarang bukan hanya kelistrikan yang perlu diselamatkan. Tapi ekonomi seluruh negara.(Dahlan Iskan)

Tags: Gubernur BIMenteri KeuanganPurbays
ShareTweetSend

Related Posts

Resmi!-Menkeu-Purbaya-Yudhi-Sadewa-Siapkan-Redenomisasi-Rupiah-,-Begini-Penjelasannya
Ekonomi

Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 6 Persen Tahun 2026, Ini Penjelasannya

16 Nov 2025 14:10
Ternyata, Pengganti Sri Mulyani Alumni ITB Kelahiran Bogor, Ini Kiprah Purbaya
Berita Utama

Ternyata, Pengganti Sri Mulyani Alumni ITB Kelahiran Bogor, Ini Kiprah Purbaya

8 Sep 2025 19:46
Ruang Kampus
Berita Utama

Alhamdulillah, Anggaran Beasiswa KIP Kuliah Tahun 2025 Tidak Ada Pemotongan, Ini Penjelasan Menteri Keuangan

14 Feb 2025 14:24
ASN (aparatur sipil negara)
Berita Utama

Heboh Isu Gaji Ke 13 dan THR ASN Akan Dihapuskan, Menteri Keuangan Beri Sinyal Ini

6 Feb 2025 22:59
Next Post
Pembangunan TPPAS Legok Nangka Dipercepat, Gubernur KDM Ungkap Hal Ini

Pembangunan TPPAS Legok Nangka Dipercepat, Gubernur KDM Ungkap Hal Ini

The Future of SalesIs Problem Solving

The Future of SalesIs Problem Solving

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gaji 3,5 Juta! PT Jaya Utama Perkasa Bandung Buka Loker Admin Produksi

Gaji 3,5 Juta! PT Jaya Utama Perkasa Bandung Buka Loker Admin Produksi

30 Mei 2026 16:19
Gaji 5,5 Juta! PT Lotus Lingga Pratama Bandung Buka Loker Staff Produksi

Gaji 5,5 Juta! PT Lotus Lingga Pratama Bandung Buka Loker Staff Produksi

5 Jun 2026 16:11
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejaksaan Pukul 4 Subuh dari Rumahnya

Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejaksaan Pukul 4 Subuh dari Rumahnya

3 Jun 2026 11:30
TERBARU! PT Colorindo Tera Internasional Bandung Buka Loker Staff Logistik

TERBARU! PT Colorindo Tera Internasional Bandung Buka Loker Staff Logistik

2 Jun 2026 16:54
Tragis, Elf Rombongan Pengantin Masuk Jurang di Garut, Belasan Korban Terluka

Tragis, Elf Rombongan Pengantin Masuk Jurang di Garut, Belasan Korban Terluka

0
Menaker Bawa Pesan Prabowo, Indonesia Perkuat Perlindungan Awak Kapal Perikanan

Menaker Bawa Pesan Prabowo, Indonesia Perkuat Perlindungan Awak Kapal Perikanan

0
Aktivitas fisik untuk mencegah penyakit kanker.

Cegah Kanker Sejak Dini dengan Menerapkan Gaya Hidup Sehat

0
Mengenal Lupus, Penyakit Autoimun yang Berjuluk “Penyakit Seribu Wajah”

Mengenal Lupus, Penyakit Autoimun yang Berjuluk “Penyakit Seribu Wajah”

0
Tragis, Elf Rombongan Pengantin Masuk Jurang di Garut, Belasan Korban Terluka

Tragis, Elf Rombongan Pengantin Masuk Jurang di Garut, Belasan Korban Terluka

8 Jun 2026 10:05
Menaker Bawa Pesan Prabowo, Indonesia Perkuat Perlindungan Awak Kapal Perikanan

Menaker Bawa Pesan Prabowo, Indonesia Perkuat Perlindungan Awak Kapal Perikanan

8 Jun 2026 09:59
Aktivitas fisik untuk mencegah penyakit kanker.

Cegah Kanker Sejak Dini dengan Menerapkan Gaya Hidup Sehat

8 Jun 2026 09:47
Mengenal Lupus, Penyakit Autoimun yang Berjuluk “Penyakit Seribu Wajah”

Mengenal Lupus, Penyakit Autoimun yang Berjuluk “Penyakit Seribu Wajah”

8 Jun 2026 09:29

Teras Arsip

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.