terasjabar.id
Selasa, 9 Juni 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Selasa, 9 Juni 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Jalan Rusak, Janji Mulus: Catatan Duka dari Aek Nabara

Herman by Herman
13 Mei 2026 19:08
in Berita Utama, News
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Jalan Rusak, Janji Mulus: Catatan Duka dari Aek Nabara

Pasien terpaksa ditandu karena jalan rusak berat

Oleh: Sulaiman Siregar

Di negeri yang gemar berbicara tentang kemajuan, masih ada seorang ibu hamil yang harus ditandu sejauh 30 kilometer demi mendapatkan pertolongan medis.

Namanya Tuti Daulay. Ia bukan tokoh besar, bukan pejabat, bukan orang yang suaranya mudah sampai ke pusat kekuasaan. Ia hanya seorang ibu dari Dusun Aek Nabara, Desa Dalihan Natolu, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut—sebuah tempat yang indah secara alam, tetapi menyakitkan dalam kenyataan.

Di sana, jalan bukan sekadar rusak. Jalan adalah ujian hidup. Dan ketika kontraksi datang, negara justru tidak ada di tempat.

Video siaran langsung yang diunggah Samsul Bahri Sihombing di Facebook pada 9 Mei 2026 menjadi saksi yang tak bisa dibantah.

Dalam video itu terlihat kaum ibu dan bapak memikul tandu sederhana dari batang kayu, berjalan menembus tanjakan curam, lumpur pekat, dan jalan berbatu.

Mereka bergantian mengangkat tubuh Tuti Daulay yang sedang berjuang antara hidup dan maut.

Samsul, yang ikut menandu sekaligus merekam, berkata dengan suara yang lebih jujur dari pidato pejabat mana pun:

RELATED POSTS

Kasus DBD di Kuningan Tembus 804 Pasien, 1 Meninggal Dunia

“Beginilah jalan kami. Ini bukan bohong-bohong. Ini bukan sekadar postingan cari uang di Facebook. Ini kenyataan.” Kalimat itu pendek, tetapi menampar.

ADVERTISEMENT

Perjalanan menuju Rumah Sakit Umum Sipirok memakan waktu sekitar enam jam. Mereka berangkat sore hari dan baru tiba sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

Dokter berhasil menyelamatkan Tuti. Namun bayi yang dikandungnya tidak tertolong. Yang meninggal bukan hanya seorang bayi. Yang ikut mati adalah rasa malu pemerintah.

Kita sering mendengar slogan: Indonesia Maju. Tetapi maju untuk siapa? Sebab di Aek Nabara, listrik PLN belum masuk. Puskesmas tidak ada. Poskesdes tidak ada. Bidan tidak ada. Jalan layak pun tidak ada. Yang ada hanyalah gotong royong warga dan kesabaran yang dipaksa menjadi kebiasaan.

Ironisnya, setiap musim politik datang, jalan menuju dusun-dusun seperti ini mendadak ramai oleh mobil para pencari suara. Janji ditabur seperti pupuk.

Page 1 of 2
12Next
Tags: DitanduMengandungPasien
ShareTweetSend

Related Posts

Kasus DBD di Kuningan Tembus 804 Pasien, 1 Meninggal Dunia
Daerah

Kasus DBD di Kuningan Tembus 804 Pasien, 1 Meninggal Dunia

18 Jul 2025 20:11
Next Post
DPR Soroti Pentingnya Literasi Pengelolaan Sampah bagi Masyarakat

DPR Soroti Pentingnya Literasi Pengelolaan Sampah bagi Masyarakat

Fiorentina dan Tariq Lamptey Resmi Berpisah

Fiorentina dan Tariq Lamptey Resmi Berpisah

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gaji 5,5 Juta! PT Lotus Lingga Pratama Bandung Buka Loker Staff Produksi

Gaji 5,5 Juta! PT Lotus Lingga Pratama Bandung Buka Loker Staff Produksi

5 Jun 2026 16:11
Gaji 3,5 Juta! PT Jaya Utama Perkasa Bandung Buka Loker Admin Produksi

Gaji 3,5 Juta! PT Jaya Utama Perkasa Bandung Buka Loker Admin Produksi

30 Mei 2026 16:19
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejaksaan Pukul 4 Subuh dari Rumahnya

Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejaksaan Pukul 4 Subuh dari Rumahnya

3 Jun 2026 11:30
Buat Lulusan SMA SMK! PT Knitto Tekstil Bandung Buka Loker Operator Gudang

Buat Lulusan SMA SMK! PT Knitto Tekstil Bandung Buka Loker Operator Gudang

7 Jun 2026 16:24
Menkop Tekankan Pentingnya Koperasi Masuk Ekosistem Industri Gula

Menkop Tekankan Pentingnya Koperasi Masuk Ekosistem Industri Gula

0
Menkop Tekankan Pentingnya Koperasi Masuk Ekosistem Industri Gula

Menkop Tekankan Pentingnya Koperasi Masuk Ekosistem Industri Gula

0
Pulang Dari Tanah Suci, Walikota Tasikmalaya Viman Alfarizi, Digempur Unjukrasa Puluhan Mahasiswa HMI

Pulang Dari Tanah Suci, Walikota Tasikmalaya Viman Alfarizi, Digempur Unjukrasa Puluhan Mahasiswa HMI

0
Kepulangan 445 Jamaah Haji Kloter 08 Kuningan Disambut Haru Keluarga

Kepulangan 445 Jamaah Haji Kloter 08 Kuningan Disambut Haru Keluarga

0
Menkop Tekankan Pentingnya Koperasi Masuk Ekosistem Industri Gula

Menkop Tekankan Pentingnya Koperasi Masuk Ekosistem Industri Gula

8 Jun 2026 23:02
Masih Banyak yang Gak Tahu! Ini Penyebab Flek Hitam pada Wajah

Masih Banyak yang Gak Tahu! Ini Penyebab Flek Hitam pada Wajah

8 Jun 2026 23:00
Menkop Tekankan Pentingnya Koperasi Masuk Ekosistem Industri Gula

Menkop Tekankan Pentingnya Koperasi Masuk Ekosistem Industri Gula

8 Jun 2026 22:56
Pulang Dari Tanah Suci, Walikota Tasikmalaya Viman Alfarizi, Digempur Unjukrasa Puluhan Mahasiswa HMI

Pulang Dari Tanah Suci, Walikota Tasikmalaya Viman Alfarizi, Digempur Unjukrasa Puluhan Mahasiswa HMI

8 Jun 2026 22:26

Teras Arsip

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.