TERASJABAR.ID – Janji gizi untuk generasi emas kembali tercoreng. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang jadi andalan pemerintah, kembali kecolongan. Kali ini, hidangan yang diduga bagian dari program MBG ditemukan berisi ulat di Desa Bojongkapol, Kec. Bojonggambir, Kab. Tasikmalaya.
Temuannya bikin miris. Bukan ulat hidup yang merayap, tapi bangkai ulat yang sudah mati, mengapung di dalam oseng jagung muda. Video berdurasi singkat itu langsung menyebar di media sosial dan memicu gelombang kemarahan publik.
Dalam rekaman terlihat menu lengkap, telur goreng, sayuran, dan buah. Tapi semua tertutup oleh satu pemandangan menjijikkan, ulat mati yang bercampur dengan sayuran. Publik langsung bertanya, ini gizi atau jebakan penyakit.
“Kali ini ada di pelosok Bojongkapol, Bojonggambir. Hari ini terjadi kejadian sangat memprihatinkan, sajian MBG ada uletnya. Bukan kejadian pertama, sebelumnya juga ada,” kata Pengurus ICMI Kab. Tasikmalaya, Roni Romansyah, saat dihubungi melalui selulernya, Rabu(20/5/2026).
Pernyataan itu menambah panjang daftar noda pada program MBG. Roni menegaskan, kejadian ini sangat memalukan di tengah gencarnya pemerintah menggelontorkan anggaran triliunan rupiah untuk memberi makan anak bangsa.
“Jangan mentang-mentang dapurnya di pelosok, pengelolaannya jadi sembarangan. Masakan tidak higienis. Ini kejadian bukan pertama, cuma sebelumnya tidak terekspos saja,” ujarnya geram.
Menurut Roni, lemahnya pengawasan jadi akar masalah. Makanan yang sampai ke tangan penerima manfaat diduga tidak melalui standar kebersihan yang layak. Padahal, program ini langsung instruksi Presiden Prabowo untuk mempersiapkan generasi emas Indonesia 2045.
“Presiden sudah gelontorkan program untuk anak bangsa. Tapi pengelola di bawah diduga asal-asalan dalam menyalurkan gizinya ke KPM. Ini pengkhianatan terhadap cita-cita besar bangsa,” tegasnya.
Roni tak berhenti di kecaman. Ia mendesak aparat penegak hukum segera turun tangan tanpa menunggu lama. Dapur penyedia makanan yang diduga lalai harus diaudit total dan diproses hukum jika terbukti bersalah. “Saya minta hari ini juga. Presiden sudah instruksi, dapurnya harus diaudit. Perlu dibawa ke ranah hukum agar ada efek jera dan perbaikan nyata,” katanya.
Ia berharap kasus di Bojonggambir jadi momentum penegakan hukum. Jangan sampai pengelola MBG merasa kebal hukum hanya karena berada di wilayah pelosok.
“Mumpung ada instruksi presiden, minta polisi segera periksa. Ini momentum polisi membuktikan bahwa dapur MBG tidak kebal hukum. Tidak ada alasan wilayah pelosok jadi alasan untuk lalai,” ujarnya.
Video viral itu juga sampai ke telinga aparat kepolisian. Polsek Bojonggambir menyatakan sudah bergerak untuk menelusuri kebenaran informasi tersebut. “Memang kami akan telusuri informasi ini. Video yang beredar ada hidangan diduga MBG ada uletnya,” kata Kapolsek Bojonggambir Iptu Agus Sukmana.
Pihaknya mengaku sudah menurunkan personel ke lapangan untuk memastikan asal-usul hidangan dan lokasi dapur yang menyediakannya. Proses penyelidikan disebut sedang berjalan.
Sementara itu, Ketua Satgas MBG Kabupaten Tasikmalaya Ruby Azhara mengaku kaget dengan informasi tersebut. Ia memastikan timnya langsung turun untuk melakukan pemeriksaan di lapangan.
“Terima kasih atas informasinya. Kami akan turunkan tim untuk menelusuri dan mendeteksi laporan ini, terutama SPPG yang diduga menyediakan hidangan ini,” katanya singkat.
Kasus ini bukan pertama kali mencoreng wajah MBG di Tasikmalaya. Sebelumnya, beberapa laporan serupa sempat mencuat meski tidak seheboh sekarang. Pola yang berulang ini membuat publik mempertanyakan sistem pengawasan dan kontrol kualitas di tingkat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).*
















