TERASJABAR.ID – Tim asuhan Carlo Ancelotti menghadapi kesulitan besar pada babak pertama.
Pemain seperti Vinícius Júnior, yang sebelumnya mencetak empat gol di fase grup, serta Matheus Cunha, kesulitan menembus rapatnya pertahanan Jepang.
Sebagian besar peluang Brasil hanya datang dari tembakan jarak jauh tanpa ancaman berarti.
Situasi semakin sulit bagi Selecao setelah Kaishu Sano mencetak gol melalui serangan balik cepat, menempatkan bola ke sudut kiri gawang.
Meski Vinícius terus mencoba memberikan tekanan, Brasil tetap tertinggal 0-1 hingga turun minum, membuat Ancelotti harus mencari solusi di ruang ganti.
Memasuki babak kedua, pelatih Brasil memasukkan Endrick untuk menambah daya gedor, sementara Neymar terlihat melakukan pemanasan di sisi lapangan.
Perubahan ini langsung meningkatkan intensitas serangan Brasil.
Usaha mereka akhirnya berbuah hasil ketika Casemiro menyamakan kedudukan lewat sundulan jarak dekat.
Momentum tersebut membuat Brasil semakin percaya diri.
Vinícius bahkan hampir mencetak gol melalui aksi individu yang berakhir dengan tembakan mengenai tiang, meski sempat disentuh kiper Jepang, Zion Suzuki, yang tampil impresif.
Jepang sendiri masih mengandalkan serangan balik. Ayase Ueda sempat mengancam pertahanan Brasil.
Pada pertengahan babak kedua, Gabriel Martinelli masuk menggantikan Cunha untuk menambah tekanan.
Brasil terus menekan dan berupaya menghindari babak tambahan waktu.
Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil di masa injury time ketika Martinelli mencetak gol kemenangan memanfaatkan bola pantul di tiang, memastikan Brasil menang 2-1 dalam laga yang berlangsung ketat hingga akhir.-***















