TERASJABAR.ID – Roma dikabarkan memilih langkah berani dalam menghadapi aturan Financial Fair Play (FFP) UEFA.
Alih-alih melepas pemain-pemain andalan demi memenuhi target keuangan sebelum tenggat waktu 30 Juni, pemilik klub, keluarga Friedkin, disebut lebih siap menerima sanksi finansial.
Sebelumnya, Roma diperkirakan harus menjual setidaknya satu pemain bintang untuk memenuhi ketentuan dalam perjanjian penyelesaian dengan UEFA.
Matias Soulé sempat menjadi kandidat terkuat untuk dilepas ke Liga Pro Arab Saudi, sementara Manu Koné, Evan Ndicka, dan Mile Svilar juga menarik minat sejumlah klub.
Namun, menurut laporan La Gazzetta dello Sport, pelatih Gian Piero Gasperini meminta manajemen mempertahankan kekuatan utama tim.
Dengan status sebagai peserta Liga Champions musim depan, Roma diyakini memiliki peluang meningkatkan pendapatan sehingga memilih tidak membongkar skuad.
Klub berharap dapat memperoleh tambahan pemasukan dari berbagai sumber lain, seperti pencairan hak siar televisi dan klaim asuransi terkait kondisi jantung Edoardo Bove.
Selain itu, Roma tetap melakukan beberapa penjualan pemain, termasuk Tommaso Baldanzi ke Genoa dan Alessandro Romano ke Cagliari, meski hasilnya belum cukup untuk memenuhi target UEFA.
Akibat keputusan tersebut, Roma berpotensi dikenai denda karena melanggar kesepakatan Financial Fair Play.
UEFA juga bisa menjatuhkan pembatasan jumlah pemain dalam skuad kompetisi Eropa pada musim 2027-28.
Meski demikian, keluarga Friedkin siap menanggung konsekuensinya karena yakin pendapatan klub akan meningkat melalui Liga Champions dan berbagai kerja sama komersial menjelang perayaan 100 tahun berdirinya Roma.-***
















