Oleh karena itu, Disdik Jabar menyiapkan tahapan pemetaan sebagai bagian penting dalam pelaksanaan SPMB tahun ini. Seluruh lulusan SMP dan MTs nantinya melakukan input peminatan dan pilihan sekolah tujuan melalui akun digital masing-masing. Distribusi akun digital akan dilakukan pada 18–22 Mei 2026.
“Semua 826 ribu lulusan di Jawa Barat ini harus mempunyai akun masing-masing,” tegasnya.
Kadisdik juga meminta seluruh kepala dinas pendidikan kabupaten/kota, kepala cabang dinas, kepala sekolah, pengawas, hingga Kementerian Agama dapat berkolaborasi aktif membantu proses penginputan data siswa.
Untuk memperkuat koordinasi tersebut, Disdik Jabar akan membentuk team management office (TMO) di setiap kabupaten/kota yang melibatkan unsur dinas pendidikan, cabang dinas, Kementerian Agama wilayah, MKKS SMP, serta Kelompok Kerja Madrasah (KKM).
“TMO ini untuk memastikan bahwa tim efektif kita bekerja dengan baik di tingkat kabupaten/kota,” ucapnya.
Selain memastikan kelancaran SPMB, Kadisdik juga menegaskan pentingnya pendataan siswa yang tidak melanjutkan pendidikan. Menurutnya, hal tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab bersama dalam pelayanan pendidikan di Jabar.
Kepala Bagian Umum Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jabar, Mardi Wibowo pun mengapresiasi langkah Disdik Jabar dalam memperkuat koordinasi pelaksanaan SPMB 2026.
“SPMB ini perlu kita jaga karena merupakan titik awal layanan kita dalam memberikan rasa keadilan kepada masyarakat,” ujar Mardi.

















