TERASJABAR.ID – Dentuman puluhan kendang mengguncang Selasar Gedung Creative Centre Dadaha Kota Tasikmalaya Minggu (21/6/2026) Malam. Momen itu menandai peluncuran Kendangers Tasikmalaya bertajuk Gaung Kendang, wadah baru bagi para penabuh kendang se Priangan Timur. Suasana malam itu berubah jadi lautan suara dan semangat yang jarang terlihat di kota ini.
Tak sekadar menyaksikan, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candranegara ikut duduk lesehan dan menabuh kendang bersama para seniman. Aksi spontan Diky disambut riuh tepuk tangan warga yang memadati area pertunjukan. Antusiasme itu membuktikan bahwa gelaran kendang massal masih dirindukan masyarakat.
Ketua Panitia Jajang Kasrana menyebut malam itu sebagai pentas perdana kendang berskala besar di Tasikmalaya. “Ini panggung pertama kami. Tujuannya sederhana, memberi rumah bagi para penabuh kendang agar silaturahmi dan kreativitasnya terus hidup,” ujar Jajang.
Ahmad Nasrudin yang akrab disapa Ahmad Greg menjelaskan komunitas ini lahir sejak 2020 dengan nama awal Kendangers Singaparna.
Seiring waktu anggotanya meluas hingga bertransformasi menjadi Kendangers Tasikmalaya. “Hari ini kami catat ada sekitar 300 anggota yang tersebar di kota dan kabupaten.
Potensinya luar biasa. Ada yang piawai membuat kendang, ada yang penabuhnya. Semua kami rangkul,” katanya.
Kendangers memegang prinsip hidup adalah udunan yang artinya mengedepankan gotong royong. Prinsip itu diwujudkan dalam pelaksanaan pertunjukan malam ini.
Ahmad menyampaikan tiga program utama: Kendanger Saba Lembur, Saba Sakola, dan Saba Komunitas. “Intinya sharing. Kami turun ke kampung, ke sekolah, ke komunitas lain. Berbagi ilmu, berbagi pengalaman, sambil terus belajar,” ujarnya.
Ahmad menilai Tasikmalaya kaya seniman tetapi masih minim ruang ekspresi. Karena itu regenerasi jadi kunci. “Pelestarian tidak akan jalan tanpa anak muda. Kendang harus diturunkan, bukan sekadar ditonton,” tuturnya.
Jargon komunitas Dulur Salembur Baraya Sadunya mencerminkan semangat kebersamaan. Satu kampung maupun satu dunia adalah saudara.
Diky Candranegara menyampaikan selamat dan rasa bangga atas lahirnya Kendangers. “Saya bangga di Tasikmalaya ada yang serius melestarikan budaya Sunda. Ini harus didukung,” ucapnya.
Diky mengaku sejak awal menjabat ingin membentuk Rineka Kasenian Sunda atau Rakasun, namun terkendala anggaran. Ia berharap Kendangers jadi pemantik.
“Jangan berhenti di sini. Bikin agenda rutin. Kalau konsisten, ini bisa jadi daya tarik wisata. Orang datang ke Tasikmalaya bukan cuma kuliner, tapi juga karena kendangnya,” tegas Diky.
Ia yakin Kendangers mampu memotivasi generasi muda dan menginspirasi pegiat budaya lain, “paparnya(*)















