TERASJABAR.ID – Bau minyak goreng dan dering gerobak cireng keliling sudah jadi musik harian di jalanan Tasikmalaya. Tapi di balik gerobak sederhana itu, tersimpan kisah yang membuat dada sesak sekaligus haru, seorang tukang cireng yang pernah 3 hari tak makan nasi, kini rutin menyantuni 250 anak yatim dan piatu setiap Jumat.
Ustadz Syarif Hidayat menuturkan saat itu Mama menyampaikan pada saya kamu jangan putus nyari ilmu walaupun kamu tak punya biaya,” kenangnya, suara bergetar. Pesan ibunya itulah yang mengantarnya merantau ke Jakarta selama 6 tahun. Ditinggal kedua orang tua, ia bertahan dengan mengangon kambing. Dari ibukota, langkahnya berlabuh ke Tasikmalaya dengan harapan, dengan ilmu, dan dengan kantong kosong.
Tiga hari pertama di Tasik jadi ujian paling pahit. “Tak makan nasi, tak ada orang yang nolong ngasih makan,” ujarnya pelan.
Tapi lapar itu tak memadamkan semangatnya mencari ilmu. Justru dari titik nadir itu lahir niat inisiatifnya kalau kelak bisa, ia ingin memberi makan anak-anak yatim.
“Alhamdulillah, niat itu tak hanya jadi doa. Tahun 2017, ia mulai menyalurkan santunan ke 40 anak yatim dan piatu. Dari gerobak cireng yang mangkal berpindah, dari recehan untung dagang yang disisihkan, jumlah itu terus bertambah. Hingga 2026, santunan Jumatannya kini menjangkau 250 anak.
Perjalanan itu tak ia tempuh sendiri. Dukungan datang dari Perkumpulan Nasi Goreng Tegal sesama pejuang gerobak yang tahu rasanya hidup dari minyak panas dan harapan. “Mudah-mudahan Allah SWT membalas dengan yang baik,” ucapnya.
Sejak pandemi Covid-19, kegiatan santunan tak pernah putus. Setiap Jumat, tanpa absen, anak-anak yatim piatu menerima uluran tangan dari tukang cireng yang dulu pernah kelaparan. Momen 10 Muharam pun ia jadikan pengingat untuk berbagi tak perlu menunggu kaya.
Pesan terakhirnya ditujukan untuk warga Tasikmalaya dan adik-adik yang sedang berjuang “Jangan pernah pelit, walaupun Rp1.000, Rp500, atau Rp100 rupiah, Allah SWT akan memberikan rezeki yang berlipat ganda. Dan untuk adik-adik, jangan putus semangat tetap mencari ilmu sebaik mungkin. Maju, jadi orang sukses.”paparnya(*)












