TERASJABAR.ID – Bupati Majalengka, Eman Suherman, kembali turun langsung ke lapangan memantau kualitas pelayanan pendidikan sekaligus efektivitas program strategis pemerintah daerah. Didampingi Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pendidikan Iman Firmansyah, ia melakukan kunjungan kerja ke dua lokasi berbeda, yakni Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Cijurey yang beberapa hari lalu ambruk serta dilanjutkan dengan pemeriksaan mendadak (Sidak) program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah kecamatan panyingkiran akhir pekan ini.
Rangkaian kegiatan diawali di SDN 1 Cijurey. Di lokasi tersebut, Bupati dan rombongan meninjau langsung ruang kelas yang roboh akibat hujan deras dan struktur banguna yang sudah lapuk. Bupati Eman terlihat berinteraksi langsung dengan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan untuk mendengar berbagai kendala maupun kebutuhan riil yang dihadapi serta memberikan masukan kepada para guru dan tenaga kependidikan untuk memelihara kebersihan lingkungan sekolah.
“Kehadiran saya di sini adalah bentuk komitmen pemerintah bahwa pendidikan adalah prioritas utama. Kita tidak boleh hanya mengandalkan laporan, tapi harus melihat sendiri apa yang dibutuhkan warga sekolah. Segala kekurangan yang ditemukan hari ini akan segera kita catat dan cari solusinya bersama,” ujar Eman Suherman.

“Saya prihatin, rusaknya fasilitas sekolah bukan hanya faktor usia bangunan saja, melainkan karena minimnya pemeliharaan rutin. Merawat sekolah tidak selalu harus menunggu anggaran, tetapi harus tumbuh dari kepedulian dan rasa memiliki dari seluruh warga sekolah. Hal hal kecil seperti saluran air yang tersumbat dan atap genting yang penuh sampah dedaunan harus rutin dibersihkan agar tidak memicu kerusakan yang lebih parah”, pesannya kepada para guru di SDN Cijurey.
Usai meninjau sarana pendidikan, bupati bersama rombongan bergerak menuju salah satu dapur MBG di wilayah Kecamatan Panyingkiran untuk melakukan pemeriksaan mendadak atau sidak pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini merupakan salah satu unggulan yang bertujuan meningkatkan gizi dan kesehatan siswa guna mendukung konsentrasi dan prestasi belajar.
Dalam sidak tersebut, Bupati Eman menyoroti beberapa aspek krusial, mulai dari penunjang fasilitas dapur, menu yang disajikan, hingga kesesuaian standar gizi yang telah ditetapkan.
Bupati menemukan adannya beberapa kekurangan di dapur SPPG tersebut, diantaranya belum adanya ipal yang memadai dan menu yang kurang sesuai dengan standart gizi yang ditetapkan.
Pada kesempatan itu, bupati sempat menanyakan kepada ahli giji di dapur tersebut terkait menu yang disajikan yang dinilai kurang memenuhi standar gizi nasional. “Dapur ini tempatnya sudah tidak memenuhi syarat dan sajiannyapun nilai gizinya tidak dicantumkan. Bagaimana anak mau bisa cersas kalau kandungan gizinya seperti begini ! Tolong saya titip semuanya harus sesuai standart, jangqn seperti ini”, pinta Bupati Eman kepada pengelola dapur MBG tersebut.
Lebih jauh Bupati Eman mengatakan, Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan Program MBG adalah melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap jalannya program.
Pemerintah Daerah memastikan pelaksanaan MBG di setiap sekolah, SPPG, maupun mitra berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan pemerintah, baik dari sisi kualitas makanan, kebersihan, keamanan, maupun ketepatan distribusi kepada para penerima manfaat.
Bupati juga memastikan tidak terjadi penyimpangan anggaran maupun pengurangan takaran dan porsi makanan yang menjadi hak anak-anak. Pengawasan akan terus dilakukan agar Program MBG benar-benar berjalan optimal dan memberikan manfaat yang maksimal bagi generasi penerus bangsa.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka Iman Firmansyah, menjelaskan, bahwa pemeriksaan ini dilakukan secara berkala dan mendadak untuk menjamin transparansi serta akuntabilitas program. Pihaknya menegaskan bahwa setiap tahapan pelaksanaan MBG harus memenuhi standar keamanan pangan dan gizi yang ketat demi keselamatan anak-anak.
“Program MBG ini amanah besar bagi kita semua. Melalui sidak ini, kami ingin memastikan apa yang direncanakan berjalan sempurna di lapangan. Kualitas makanan, kebersihan, dan kecukupan gizi tidak boleh dikompromikan sedikit pun,” tegasnya.
Kegiatan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah Kabupaten Majalengka akan terus memperketat pengawasan di satuan pendidikan. Baik dari sisi sarana prasarana maupun pelaksanaan program pendukung, pemda berkomitmen memastikan setiap kebijakan dan fasilitas yang disediakan benar-benar dinikmati dan memberikan manfaat maksimal bagi kemajuan pendidikan serta kesejahteraan siswa di Kabupaten Majalengka.(*)














