TERASJABAR.ID – Mahasiswa Jangan sampai terjebak Pinjaman online (Pinjol) ilegal maupun judi online (Judol). Ditengah derasnya arus digitalisasi keuangan, justru menjadi jebakan bagi masyarakat.
Hal itu ditegaskan Bupati Kuningan Dr.H. Dian Rachmat Yanuar, saat Kick-Off Bulan Literasi Keuangan (BLK) Tahun 2026 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Gedung Student Center Iman Hidayat Universitas Kuningan (UNIKU), bertajuk : “Cerdas Literasi Keuangan Digital, Hidup Sejahtera Menuju Indonesia Emas”, Kamis (07/05/2026).
Acara Kick off ini dihadiri, Anggota Komisi XI DPR RI Sohibul Iman, Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib, jajaran Pemerintah Daerah, pimpinan perbankan, akademisi, dan ratusan mahasiswa.
Bupati Kuningan Dian menegaskan, literasi keuangan merupakan pondasi penting dalam membangun kemandirian ekonomi generasi muda di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan.
“Literasi keuangan ini adalah batu pertama kemandirian ekonomi bagi mahasiswa di masa depan.
Bupati Dian mengungkapkan keprihatinannya terhadap meningkatnya persoalan sosial akibat lemahnya pengelolaan keuangan, termasuk tingginya kasus perceraian yang dipicu persoalan ekonomi rumah tangga.
“Saya mendapat laporan, banyak rumah tangga muda yang terpuruk karena terlilit pinjol dan judi online. Ini menjadi perhatian serius kita bersama. Tidak ada orang kaya karena judi online, yang kaya itu bandar, sementara pemainnya hanya naik darah,” tegasnya disambut tepuk tangan peserta.
Mahasiswa tegas Dian, harus mampu menjadi pelaku ekonomi yang bijak, bukan sekadar konsumen digital. Ia juga mendorong generasi muda mulai memahami investasi, tabungan, hingga pengelolaan risiko keuangan sejak dini.
“Investasi itu seperti menanam pohon, tidak bisa langsung dipetik hasilnya. Tapi kalau dipersiapkan sejak sekarang, manfaatnya akan dirasakan di masa depan,” tambahnya.**
















