terasjabar.id
Sabtu, 30 Mei 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Sabtu, 30 Mei 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Budaya Instan, Mental Rapuh, dan Dromologi Emosi

Herman by Herman
20 Nov 2025 13:45
in Berita Utama, Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Budaya Instan, Mental Rapuh, dan Dromologi Emosi

Kecepatan digital inilah yang secara perlahan melahirkan budaya instan. Nilai hidup direduksi menjadi hasil cepat, pujian cepat, dan pencapaian cepat. Banyak anak muda tumbuh dalam dunia di mana keberhasilan diukur dari seberapa cepat sebuah video viral, seberapa cepat konten mendapatkan “like”, atau seberapa cepat orang lain menoleh. Ketika semuanya terjadi dengan instan, gagal menghadapi realitas yang tidak instan akan melahirkan kegelisahan. Kekecewaan kecil terasa besar. Ujian kecil terasa berat. Kritik kecil terasa serangan pribadi. Itulah yang disebut para psikolog sebagai generasi bermental rapuh. Bukan karena mereka lemah, tapi karena dunia terlalu cepat, terlalu bising, dan terlalu menuntut.

Media sosial memperkuat kondisi ini dengan menghadirkan dramologi emosi istilah dari pemikiran Virilio tentang bagaimana emosi kini bergerak secepat cahaya. Di dunia digital, kesedihan bisa viral hanya dalam beberapa detik. Kemarahan bisa menular lebih cepat daripada klarifikasi. Manusia berubah dari makhluk reflektif menjadi makhluk reaktif. Kita mengomentari sebelum memahami, menghakimi sebelum mempelajari. Telaah akademik menyebut fenomena ini sebagai emotional contagion, penularan emosi massal yang dipercepat algoritma.

ADVERTISEMENT

Fenomena inilah yang membuat platform digital tidak lagi menjadi sarana komunikasi, melainkan panggung emosi kolektif. Di sana, luka dipertontonkan, kesedihan menjadi komoditas, kemarahan menjadi konten, dan simpati menjadi valuta sosial. Akibatnya, batas antara ekspresi tulus dan pencitraan menjadi kabur. Banyak orang mempertontonkan diri bukan karena ingin didengar, tetapi karena ingin dilihat. Dan ketika semua orang ingin dilihat, tidak ada lagi ruang yang benar-benar sunyi untuk mendengarkan diri sendiri.

Padahal, dalam kebudayaan kita, keheningan adalah bagian dari kebijaksanaan. Dalam tradisi Islam, ada konsep tadabbur dan tafakkur merenungkan makna sebelum berucap, memahami maksud sebelum bertindak. Dalam kearifan Sunda ada ungkapan ulah kaburu-buru, lamun leumpang kudu neneda—jangan tergesa, setiap langkah butuh doa. Nilai-nilai ini mengajarkan bahwa kebijaksanaan tidak tumbuh dari kecepatan, tetapi justru dari jeda. Dari kemampuan berhenti sejenak untuk merasakan, memikirkan, dan memahami.

RELATED POSTS

Internet 100 Mbps Rp100 Ribu Jadi Titik Balik Pemerataan Akses Digital Nasional

Warisan Bernama PERSIB

PERSIB SABUBUKNA

Tips Investasi Emas Digital Buat Pemula, Jangan Asal Beli!

Menkomdigi: Satelit Nusantara Lima Bukti Nyata Kedaulatan Digital Indonesia

Namun, penting disadari bahwa masalahnya bukan pada teknologinya, melainkan pada bagaimana manusia memaknai dan menggunakannya. Media sosial bisa menjadi ruang belajar, ruang inspirasi, bahkan ruang amal. Tetapi tanpa kedalaman refleksi, ia hanya menjadi cermin yang memantulkan kecemasan kita. Kita mengira sedang mencari validasi, padahal sedang kehilangan diri.
Kita mengira sedang berkomunikasi, padahal hanya bersuara tanpa mendengar. Kita mengira sedang terkoneksi, padahal hati kita tercerabut dari keheningan yang menumbuhkan.

Page 2 of 3
Prev123Next
Tags: DigitalSubchan Daragana
ShareTweetSend

Related Posts

Internet 100 Mbps Rp100 Ribu Jadi Titik Balik Pemerataan Akses Digital Nasional
News

Internet 100 Mbps Rp100 Ribu Jadi Titik Balik Pemerataan Akses Digital Nasional

27 Mei 2026 18:39
“Anak Cermin Orang Tua”(Kualitas Pengasuhan Berawal dari Kualitas Hubungan Suami Istri)
Berita Utama

Warisan Bernama PERSIB

25 Mei 2026 08:45
PERSIB SABUBUKNA
Berita Utama

PERSIB SABUBUKNA

18 Mei 2026 13:25
Tips Investasi Emas Digital Buat Pemula, Jangan Asal Beli!
Lifestyle

Tips Investasi Emas Digital Buat Pemula, Jangan Asal Beli!

16 Mei 2026 22:00
Menkomdigi: Satelit Nusantara Lima Bukti Nyata Kedaulatan Digital Indonesia
News

Menkomdigi: Satelit Nusantara Lima Bukti Nyata Kedaulatan Digital Indonesia

13 Mei 2026 15:14
The Bureaucratic Labyrinth
Berita Utama

The Bureaucratic Labyrinth

13 Mei 2026 07:49
Next Post
Puluhan Jurig Menghiasi Kota Bandung, Jadi Tontonan Wisatawan

Puluhan Jurig Menghiasi Kota Bandung, Jadi Tontonan Wisatawan

Warga Dayeuhkolot Korban TPPO Disiksa di Kamboja, Dedi: Cape, Berharap Anak Saya Segera Pulang

Warga Dayeuhkolot Korban TPPO Disiksa di Kamboja, Dedi: Cape, Berharap Anak Saya Segera Pulang

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gaji 6 Juta! Lino and Sons Bandung Buka Loker Posisi Staff Produksi

Gaji 6 Juta! Lino and Sons Bandung Buka Loker Posisi Staff Produksi

21 Mei 2026 16:13
Ada 2 Posisi! Dunia Buah Bandung Buka Loker Crew dan Kasir, Tertarik?

Ada 2 Posisi! Dunia Buah Bandung Buka Loker Crew dan Kasir, Tertarik?

27 Mei 2026 16:49
Terbaru! PT Saku Mas Jaya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA dan SMK

Terbaru! PT Saku Mas Jaya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA dan SMK

28 Mei 2026 17:11
PT Ceres Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK, Ini Link Daftarnya

PT Ceres Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK, Ini Link Daftarnya

29 Mei 2026 16:59
1.258 Camaba Uniku Bersaing Ikut Tes Seleksi Saringan Reguler Gelombang Pertama

1.258 Camaba Uniku Bersaing Ikut Tes Seleksi Saringan Reguler Gelombang Pertama

0
Gelar Pelatihan Vokasi Batch 2, Kemnaker Buka Pendaftaran untuk 24 Kejuruan

Gelar Pelatihan Vokasi Batch 2, Kemnaker Buka Pendaftaran untuk 24 Kejuruan

0
Tes Genomik Baru Berpotensi Selamatkan Jutaan Pasien Kanker Payudara dari Kemoterapi

Tes Genomik Baru Berpotensi Selamatkan Jutaan Pasien Kanker Payudara dari Kemoterapi

0
Iran Tegaskan Belum Ada MoU dengan Amerika Serikat

Iran Tegaskan Belum Ada MoU dengan Amerika Serikat

0
1.258 Camaba Uniku Bersaing Ikut Tes Seleksi Saringan Reguler Gelombang Pertama

1.258 Camaba Uniku Bersaing Ikut Tes Seleksi Saringan Reguler Gelombang Pertama

30 Mei 2026 11:58
Gelar Pelatihan Vokasi Batch 2, Kemnaker Buka Pendaftaran untuk 24 Kejuruan

Gelar Pelatihan Vokasi Batch 2, Kemnaker Buka Pendaftaran untuk 24 Kejuruan

30 Mei 2026 10:25
Tes Genomik Baru Berpotensi Selamatkan Jutaan Pasien Kanker Payudara dari Kemoterapi

Tes Genomik Baru Berpotensi Selamatkan Jutaan Pasien Kanker Payudara dari Kemoterapi

30 Mei 2026 03:33
Iran Tegaskan Belum Ada MoU dengan Amerika Serikat

Iran Tegaskan Belum Ada MoU dengan Amerika Serikat

30 Mei 2026 03:13

Teras Arsip

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.