terasjabar.id
Senin, 13 April 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Senin, 13 April 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Budaya Instan, Mental Rapuh, dan Dromologi Emosi

Herman by Herman
20 Nov 2025 13:45
in Berita Utama, Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Budaya Instan, Mental Rapuh, dan Dromologi Emosi

Kecepatan digital inilah yang secara perlahan melahirkan budaya instan. Nilai hidup direduksi menjadi hasil cepat, pujian cepat, dan pencapaian cepat. Banyak anak muda tumbuh dalam dunia di mana keberhasilan diukur dari seberapa cepat sebuah video viral, seberapa cepat konten mendapatkan “like”, atau seberapa cepat orang lain menoleh. Ketika semuanya terjadi dengan instan, gagal menghadapi realitas yang tidak instan akan melahirkan kegelisahan. Kekecewaan kecil terasa besar. Ujian kecil terasa berat. Kritik kecil terasa serangan pribadi. Itulah yang disebut para psikolog sebagai generasi bermental rapuh. Bukan karena mereka lemah, tapi karena dunia terlalu cepat, terlalu bising, dan terlalu menuntut.

Media sosial memperkuat kondisi ini dengan menghadirkan dramologi emosi istilah dari pemikiran Virilio tentang bagaimana emosi kini bergerak secepat cahaya. Di dunia digital, kesedihan bisa viral hanya dalam beberapa detik. Kemarahan bisa menular lebih cepat daripada klarifikasi. Manusia berubah dari makhluk reflektif menjadi makhluk reaktif. Kita mengomentari sebelum memahami, menghakimi sebelum mempelajari. Telaah akademik menyebut fenomena ini sebagai emotional contagion, penularan emosi massal yang dipercepat algoritma.

Fenomena inilah yang membuat platform digital tidak lagi menjadi sarana komunikasi, melainkan panggung emosi kolektif. Di sana, luka dipertontonkan, kesedihan menjadi komoditas, kemarahan menjadi konten, dan simpati menjadi valuta sosial. Akibatnya, batas antara ekspresi tulus dan pencitraan menjadi kabur. Banyak orang mempertontonkan diri bukan karena ingin didengar, tetapi karena ingin dilihat. Dan ketika semua orang ingin dilihat, tidak ada lagi ruang yang benar-benar sunyi untuk mendengarkan diri sendiri.

ADVERTISEMENT

Padahal, dalam kebudayaan kita, keheningan adalah bagian dari kebijaksanaan. Dalam tradisi Islam, ada konsep tadabbur dan tafakkur merenungkan makna sebelum berucap, memahami maksud sebelum bertindak. Dalam kearifan Sunda ada ungkapan ulah kaburu-buru, lamun leumpang kudu neneda—jangan tergesa, setiap langkah butuh doa. Nilai-nilai ini mengajarkan bahwa kebijaksanaan tidak tumbuh dari kecepatan, tetapi justru dari jeda. Dari kemampuan berhenti sejenak untuk merasakan, memikirkan, dan memahami.

RELATED POSTS

Pemerintah Harus Benahi Pasar Digital Agar Lebih Adil Bagi UMKM

“Paradoks Akhir Ramadhan” Tradisi Yang Mengeser Esensi

Kementerian Ekraf Jajaki Kolaborasi Bersama Asosiasi dan Badan Ekosistem Digital

“SAAT AYAH PULANG KEPADA MAKNA “

WA’AFU “( AMPUNAN YANG MENGHAPUS JEJAK)

Namun, penting disadari bahwa masalahnya bukan pada teknologinya, melainkan pada bagaimana manusia memaknai dan menggunakannya. Media sosial bisa menjadi ruang belajar, ruang inspirasi, bahkan ruang amal. Tetapi tanpa kedalaman refleksi, ia hanya menjadi cermin yang memantulkan kecemasan kita. Kita mengira sedang mencari validasi, padahal sedang kehilangan diri.
Kita mengira sedang berkomunikasi, padahal hanya bersuara tanpa mendengar. Kita mengira sedang terkoneksi, padahal hati kita tercerabut dari keheningan yang menumbuhkan.

Page 2 of 3
Prev123Next
Tags: DigitalSubchan Daragana
ShareTweetSend

Related Posts

Pemerintah Harus Benahi Pasar Digital Agar Lebih Adil Bagi UMKM
Ekonomi

Pemerintah Harus Benahi Pasar Digital Agar Lebih Adil Bagi UMKM

8 Apr 2026 23:25
“Paradoks Akhir Ramadhan” Tradisi Yang Mengeser Esensi
Berita Utama

“Paradoks Akhir Ramadhan” Tradisi Yang Mengeser Esensi

15 Mar 2026 21:02
Kementerian Ekraf Jajaki Kolaborasi Bersama Asosiasi dan Badan Ekosistem Digital
Ekonomi

Kementerian Ekraf Jajaki Kolaborasi Bersama Asosiasi dan Badan Ekosistem Digital

13 Mar 2026 17:38
“SAAT AYAH PULANG KEPADA MAKNA “
Berita Utama

“SAAT AYAH PULANG KEPADA MAKNA “

13 Mar 2026 04:38
WA’AFU “( AMPUNAN YANG MENGHAPUS JEJAK)
Berita Utama

WA’AFU “( AMPUNAN YANG MENGHAPUS JEJAK)

11 Mar 2026 08:56
Menkomdigi Ajak Media Jaga Kualitas Informasi di Tengah Percepatan Digital
News

Menkomdigi Ajak Media Jaga Kualitas Informasi di Tengah Percepatan Digital

7 Feb 2026 16:55
Next Post
Puluhan Jurig Menghiasi Kota Bandung, Jadi Tontonan Wisatawan

Puluhan Jurig Menghiasi Kota Bandung, Jadi Tontonan Wisatawan

Warga Dayeuhkolot Korban TPPO Disiksa di Kamboja, Dedi: Cape, Berharap Anak Saya Segera Pulang

Warga Dayeuhkolot Korban TPPO Disiksa di Kamboja, Dedi: Cape, Berharap Anak Saya Segera Pulang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
TERBARU BANGET! Borma Dago Bandung Buka Loker 3 Posisi Buat Lulusan SMA dan SMK

TERBARU BANGET! Borma Dago Bandung Buka Loker 3 Posisi Buat Lulusan SMA dan SMK

10 Apr 2026 16:00
5 Posisi! PT Kaldu Sari Nabati Buka Loker Gede-Gedean, Tertarik?

5 Posisi! PT Kaldu Sari Nabati Buka Loker Gede-Gedean, Tertarik?

7 Apr 2026 18:20
Terbaru! Prama Borma Group Bandung Buka Loker Staff Fresh Food, Tertarik?

Terbaru! Prama Borma Group Bandung Buka Loker Staff Fresh Food, Tertarik?

9 Apr 2026 16:43
Datang Langsung Juga Bisa! Alfamart Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

Datang Langsung Juga Bisa! Alfamart Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

9 Apr 2026 16:32
Pemkot Bandung Siapkan Pelatihan Bersertifikat hingga Peluang Kerja Luar Negeri

Pemkot Bandung Siapkan Pelatihan Bersertifikat hingga Peluang Kerja Luar Negeri

0
DPR Minta Penataan Ulang Sistem Masuk PTN demi Lindungi PTS

DPR Minta Penataan Ulang Sistem Masuk PTN demi Lindungi PTS

0
Tak Hanya Sarimukti, Pemkot Kaji Jelekong dan Cicukang untuk Pengolahan Sampah

ASN, Camat dan Lurah Wajib Turun Lapangan Bersihkan Sampah

0
Masih Dipenuhi Lumpur Sisa Banjir Luapan Sungai, SDN 7 Rancaekek Tak Bisa Digunakan KBM

Masih Dipenuhi Lumpur Sisa Banjir Luapan Sungai, SDN 7 Rancaekek Tak Bisa Digunakan KBM

0
Pemkot Bandung Siapkan Pelatihan Bersertifikat hingga Peluang Kerja Luar Negeri

Pemkot Bandung Siapkan Pelatihan Bersertifikat hingga Peluang Kerja Luar Negeri

13 Apr 2026 14:20
DPR Minta Penataan Ulang Sistem Masuk PTN demi Lindungi PTS

DPR Minta Penataan Ulang Sistem Masuk PTN demi Lindungi PTS

13 Apr 2026 14:13
Tak Hanya Sarimukti, Pemkot Kaji Jelekong dan Cicukang untuk Pengolahan Sampah

ASN, Camat dan Lurah Wajib Turun Lapangan Bersihkan Sampah

13 Apr 2026 14:12
Masih Dipenuhi Lumpur Sisa Banjir Luapan Sungai, SDN 7 Rancaekek Tak Bisa Digunakan KBM

Masih Dipenuhi Lumpur Sisa Banjir Luapan Sungai, SDN 7 Rancaekek Tak Bisa Digunakan KBM

13 Apr 2026 14:04
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.