TERASJABAR.ID – Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Irine Yusiana Roba Putri, menegaskan bahwa perjuangan kesetaraan gender di parlemen tidak cukup hanya dengan meningkatkan jumlah perempuan yang duduk sebagai anggota legislatif.
Menurutnya, yang tak kalah penting adalah memastikan perempuan memiliki pengaruh, kesempatan kepemimpinan, dan peran yang setara dalam proses pengambilan keputusan.
Pernyataan tersebut disampaikan Irine saat mengikuti forum IPU Global Conference of Women Parliamentarians di Beograd, Serbia.
Ia menilai peningkatan keterwakilan perempuan harus berjalan seiring dengan upaya menghapus stereotip dan diskriminasi yang masih membatasi ruang gerak perempuan di dunia politik.
Irine menyoroti tiga hal utama. Pertama, stereotip gender kerap menjadi hambatan bagi perempuan bahkan sebelum memasuki dunia politik.
Perempuan sering menghadapi keterbatasan akses terhadap jaringan politik, sumber daya kampanye, serta peluang untuk menduduki posisi strategis, sementara di saat yang sama masih memikul tanggung jawab pengasuhan yang besar.
Kedua, partai politik memiliki peran penting dalam mendorong kesetaraan melalui sistem rekrutmen, penempatan kandidat, dan budaya organisasi yang inklusif.
Karena itu, reformasi internal partai dinilai sangat diperlukan.
Ketiga, kesetaraan gender membutuhkan kolaborasi antara perempuan dan laki-laki. Irine menegaskan bahwa isu ini bukan semata agenda perempuan, melainkan bagian dari upaya memperkuat demokrasi.
Ia juga menyoroti kebijakan afirmatif di Indonesia, termasuk target 30 persen keterwakilan perempuan dan penguatan peluang perempuan untuk menduduki posisi kepemimpinan di parlemen.-***










