Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, pelaksanaan program bersama antara Kemensos dan BAZNAS nantinya akan berpedoman pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan pemerintah dalam menjalankan intervensi sosial.
“Intinya kami bersama BAZNAS ingin mendukung program strategis Bapak Presiden Prabowo dan kemudian akhirnya punya dampak yang nyata di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.
Saifullah menjelaskan, kolaborasi ke depan akan diperkuat untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan, seperti Sekolah Rakyat, termasuk melalui pemberdayaan orang tua siswa dan bantuan RTLH bagi keluarga miskin ekstrem.
“Anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan. Anaknya lulus sekolah, keluarganya naik kelas (ekonominya). Karena itu kami membutuhkan dukungan BAZNAS untuk membantu keluarga-keluarga tertentu yang belum bisa diintervensi melalui anggaran pemerintah,” kata Saifullah.
“Sebelumnya, kami telah bekerja sama dengan BAZNAS dalam relokasi 118 keluarga nelayan di Mesuji, Lampung dan 93 keluarga nelayan di Indramayu. Program tersebut sudah selesai dan terus kami dampingi dalam rangka pemberdayaan keluarga,” ujarnya.
Ia menegaskan, pihaknya berkomitmen dalam mengoptimalkan UPZ di lingkungan Kemensos dan mengajak seluruh staf di lingkungan kementeriannya untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS.
“Kami juga akan mengajak masyarakat umum bila yang memiliki kelebihan rezeki bisa juga menyalurkan lewat BAZNAS dan sepenuhnya nanti dipergunakan membantu keluarga-keluarga yang paling tidak mampu yang ada di dalam DTSEN,” kata Saifullah.
Turut hadir Staf Khusus Menteri Ishaq Zubaedi Raqin, Tenaga Ahli Menteri Bidang Konsolidasi Program Pengentasan Kemiskinan Fajar Wahyu Hermawan, beserta jajaran BAZNAS dan Kemensos.***
Sumber: Siaran Pers BAZNAS


















