“Hambatan terbesar bukan teknologi, tetapi leadership dan budaya organisasi. Banyak inisiatif AI berhenti di tahap uji coba tanpa memberikan dampak nyata,” tegasnya.
Dalam paparannya, Wamen Nezar menggarisbawahi tiga tantangan strategis yang perlu diatasi oleh para pemimpin keuangan.
Pertama, jebakan pilot project, di mana banyak organisasi terjebak pada proyek percontohan AI yang tidak berkembang menjadi implementasi skala penuh dan tidak menghasilkan nilai tambah signifikan.
Kedua, mengenai kualitas dan tata kelola data karena AI sangat bergantung pada data yang bersih, terintegrasi, dan aman.
Tanpa fondasi data yang kuat, inisiatif AI berisiko gagal atau menghasilkan analisis yang menyesatkan.
“Kita tahu bahwa AI secara apapun akan gagal jika tidak didukung oleh kualitas data yang baik. Mari perhatikan arsitektur data yang bersih, terintegrasi dan aman sebagai landasan seluruh inisiatif dari project-project AI yang Anda buat,” tuturnya.
Ketiga, Wamen Nezar menekankan soal kesiapan sumber daya manusia lewat pentingnya pendekatan human in the loop dalam pengembangan AI.
Menurutnya, nilai sejati AI justru muncul ketika teknologi berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas manusia.
















