TERASJABAR.ID – Perhelatan Festival Serabi di Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat, sebagai salah satu upaya memperkuat pelestarian kuliner tradisional sekaligus mendorong pengembangan ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di wilayah Cirebon. Festival Serabi ini mewarnai Peringatan Hari Jadi Kota Cirebon ke 599 yang digelar pekan lalu diikuti sekitar 20 tukang Serabi.
Tujuan digelarnya Festival Serabi ini sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga warisan kuliner agar tetap dikenal dan relevan di tengah perkembangan zaman.
Walikota Cirebon Effendi Edo ditengah kegiatan mengatakan, Festival Serabi ini merupakan bentuk penghargaan terhadap kekayaan kuliner tradisional. Serabi bukan sekedar kudapan yang memiliki cita rasa khas, melainkan mengandung nilai kesabaran, ketekunan, dan kebersamaan, kata Walikota Cirebon Effendi Edo kepada awak media, Selasa (23/6/2026).
Seperti diketahui, kuliner Serabi tidak hanya sebagai kudapan tradisional, tapi merupakan warisan yang turun temurun dan mengandung nilai budaya dan kearifan lokal.
Penikmat Serabi dapat memilih menu sesuai selera. Ada beberapa pilihan diantaranya, Serabi polos dimakan dengan goreng tempe, serabi oncom (ditaburi oncom), sorabi telur (ditaburi sebutir telur) dan banyak lagi varian lainnya.
Varian rasa original, rasa oncom, dan telur dengan harga merakyat dan terjangkau. Serabi polos hanya Rp 2.500, Serabi oncom Rp 3.500 dan Serabi telur Rp 6.000.
Sejak zaman dahulu kala Serabi dimasak secara tradisional menggunakan tungku kayu bakar dan cetakan tanah liat. Hasilnya memiliki cita rasa dan aroma khas yang menggoyang lidah.
Bahan baku Serabi merupakan perpaduan tepung beras berkualitas dicampur santan kelapa bisa menghasilkan rasa yang khas dan gurih. Terlebih jika dinikmati saat masih hangat rasanya maknyos dilidah.(*)


















