TERASJABAR.ID – Tim nasional Iran melontarkan kritik tajam kepada FIFA perihal pengaturan logistik selama Piala Dunia 2026.
Kapten tim Mehdi Taremi, gelandang Mohammad Mohebi, dan pelatih Amir Ghalenoei mengaku kecewa setelah diminta segera meninggalkan Los Angeles usai bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru pada laga Grup G.
Menurut Ghalenoei, keputusan tersebut sangat merugikan tim karena para pemain kehilangan waktu penting untuk menjalani proses setelah pertandingan.
Ia mengungkapkan bahwa skuad Iran dipaksa kembali ke markas latihan di Tijuana, Meksiko, lebih cepat dari jadwal yang direncanakan.
Pelatih berusia 62 tahun itu bahkan menyebut Iran sebagai tim yang paling terrugikan selama turnamen berlangsung.
Selain menghadapi berbagai kendala perjalanan, mereka juga harus bermain tanpa dukungan penuh dari sejumlah staf federasi dan media yang mengalami masalah perizinan masuk ke Amerika Serikat.
Taremi juga menyoroti masalah logistik yang dialami tim sejak sebelum turnamen dimulai.
Iran awalnya berencana menjadikan Tucson, Arizona, sebagai pusat latihan, namun akhirnya memindahkan markas ke Tijuana untuk menghindari kendala imigrasi.
Kekhawatiran tersebut terbukti ketika sejumlah staf pendukung gagal memperoleh visa masuk ke Amerika Serikat.
Kapten Inter Milan menilai situasi tersebut tidak ideal bagi waktu persiapan di ajang Piala Dunia.
Ia juga mengeluhkan perjalanan dari Tijuana ke Los Angeles yang memakan waktu jauh lebih lama dari perkiraan akibat proses pemeriksaan imigrasi.
Meski begitu, Ghalenoei memberikan apresiasi kepada pemerintah dan masyarakat Meksiko, khususnya warga Tijuana, yang dinilai memberikan sambutan hangat dan membuat rombongan Iran merasa seperti berada di rumah sendiri selama menjalani turnamen.-***


















