TERASJABAR.ID – FIFA tengah melakukan penyelidikan terhadap salah satu ofisial Video Assistant Referee (VAR) asal Australia, Shaun Evans, setelah aksinya saat tampil di siaran langsung Piala Dunia 2026 memicu perhatian publik.
Peristiwa tersebut terjadi menjelang pertandingan Grup E antara Jerman dan Curaçao.
Dalam tayangan pra-pertandingan, kamera sempat menyorot ruang operasi VAR yang berada di pusat siaran FIFA di Dallas, Texas, Amerika Serikat.
Tayangan itu menampilkan sejumlah petugas yang sedang memutarkan tayangan dari lokasi terpisah.
Di tengah siaran tersebut, Evans terlihat melakukan sebuah gerakan tangan yang kemudian menjadi bahan perbincangan di media sosial dan berbagai platform bold.
Berdasarkan laporan The Washington Post, ofisial asal Australia itu tampak membentuk simbol tertentu menggunakan tangan ketebalannya, dengan posisi ibu jari dan jari telunjuk saling menyentuh sementara tiga jari lainnya terangkat.
Gerakan tersebut terlihat beberapa detik setelah kamera mengarah ke ruang VAR.
Evans yang tampak tersenyum kemudian mempertahankan posisi tangannya selama beberapa saat sebelum akhirnya mengalihkan perhatian dan beralih dari kamera.
Kejadian itu langsung memunculkan berbagai demonstrasi dan spekulasi dari masyarakat mengenai maksud dibalik gerakan yang dilakukan.
Menanggapi hal tersebut, FIFA dikabarkan segera mengambil langkah dengan melakukan peninjauan dan penyelidikan lebih lanjut untuk memahami konteks serta tujuan dari tindakan Evans selama siaran berlangsung.
Hingga kini, badan sepak bola dunia tersebut masih mengumpulkan informasi sebelum menentukan apakah diperlukan tindakan lanjutan terkait insiden yang terjadi di pusat operasi VAR tersebut.-***
















