TERASJABAR.ID – Meski tak masuk dalam daftar unggulan juara Piala Dunia 2026, laga antara Haiti dan Skotlandia di Grup C diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling krusial pada rangkaian laga pembuka turnamen.
Kedua tim akan berhadapan di Stadion Gillette, Foxborough, dengan ambisi besar menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.
Bagi Haiti, turnamen ini menjadi penampilan kedua mereka di putaran final Piala Dunia setelah terakhir tampil pada 1974.
Sementara itu, Skotlandia akhirnya kembali ke panggung terbesar sepak bola dunia setelah menanti selama 28 tahun sejak tampil di Piala Dunia 1998 di Prancis.
Situasi di Grup C membuat pertandingan ini memiliki arti yang sangat penting.
Haiti dan Skotlandia harus bersaing dengan dua tim kuat, yakni Brasil dan Maroko, yang menempati posisi tinggi dalam peringkat FIFA.
Kondisi tersebut menjadikan duel kedua tim sebagai laga yang nyaris wajib dimenangkan jika ingin menjaga peluang lolos ke fase berikutnya.
Baik pelatih Skotlandia Steve Clarke maupun pelatih Haiti Sebastien Migne memahami bahwa hasil negatif akan membuat jalan menuju babak 32 besar semakin berat.
Bahkan hasil imbang dinilai kurang menguntungkan karena akan memaksa salah satu atau kedua tim mencari poin saat menghadapi Brasil atau Maroko.
Secara historis, kedua negara juga belum pernah menembus fase gugur Piala Dunia. Haiti tercatat hanya sekali tampil dan kebobolan 14 gol pada edisi 1974.
Di sisi lain, Skotlandia memiliki catatan kurang mengesankan dengan hanya meraih empat kemenangan dari 23 pertandingan Piala Dunia.
Oleh karena itu, laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin.
Haiti dan Skotlandia sama-sama berupaya membuka peluang mencetak sejarah baru serta menjaga mimpi melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.-***
















