TERASJABAR.ID – Setelah aksi belasan terduga geng motor bersenjata tajam konvoi dan kuasai Jalan Soekarno Hatta, giliran ruas Fly Over Pasupati Bandung dijadikan tempat konvoi diduga berandalan motor bersenjata tajam.
Saat mereka beraksi di Jalan Soekarno Hatta, bikin miris dan resah pengguna jalan. Bagaimana tidak, mereka ini beraksi dengan menguasai Jalan Soekarno Hatta kawasan Gedebage, Kota Bandung di jalur cepat ini. Bahkan di antara mereka, selain diduga ada yang membawa senjata tajam (sajam), juga motor yang ditumpangina tanpa pelat nopol.
Aksi konvoi dan arak-arakan puluhan pengendara sepeda motor yang diduga geng motor yang juga terjadi di Fly Over Pasupati ini viral di media sosial, Jumat (12/6/2026).
Kelompok geng motor ini saat beraksi sangat meresahkan. Salah satunya mengacungkan senjata tajam di jalanan umum, yang memicu kekhawatiran di warga setempat dan penggunana jalan.
Pemandangan miris ini telah menimbulkan kecaman publik, mengingat fly over Pasupati merupakan akses vital yang menghubungkan bagian utara dan timur Kota Bandung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kelompok ini bernan nama “Destroyer Vanity” dan viral di media sosial setelah video membawa senjata tajam (sajam) di fly over Pasupati ramai diperbincangkan. Dalam video tersebut, mereka melakukan konvoi pada malam hari sambil mengacungkan sajam. Warganet meminta aparat kepolisian untuk segera mengamankan mereka karena dikhawatirkan mengancam keamanan masyarakat.
Tak lama berselang dari viralnya video tersebut, aparat kepolisian kemudian menggunggah video terkait penangkapan empat orang diduga anggota kelompok tersebut.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol. Dedi Supriyadi menuturkan, Tim Prabu 2 Polrestabes Bandung telah menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan berandalan jalanan di kawasan Flyover Pasupati, Jumat (12/06/2026) dini hari.
“Berdasarkan informasi yang diterima, kelompok tersebut bergerak (rolling) menuju Jalan Terusan Suryani. Saat petugas melakukan patroli dan penyisiran di lokasi tersebut, petugas mengamankan 4 orang yang berusaha melarikan diri saat akan diperiksa,” kata Dedi dikutip dari paparan unggahan di akun Instagram @Polrestabesbandung.
Sementara itu, Kabag Ops Polrestabes Bandung AKBP Asep Saepudin sebelumnya mengatakan, penangkapan bermula saat Tim Prabu 2 menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas tawuran di wilayah Holis sekira pukul 02.21 WIB.
“Setelah tiba di lokasi yang dimaksud, petugas melakukan pengecekan dan pemantauan, namun tidak ditemukan adanya aktivitas yang dimaksud. Selanjutnya Tim Prabu 2 melaksanakan patroli lanjutan ke wilayah Jalan Terusan Suryani,” kata Asep.
Tim Prabu 2 kemudian melakukan patroli. Saat melintas di lokasi tersebut, petugas mendapati sekelompok orang yang berkumpul. Ketika akan diperiksa, kelompok tersebut berusaha melarikan diri sehingga polisi melakukan pengejaran.
“Dari belasan orang yang melarikan diri, petugas berhasil mengamankan empat orang,” ujarnya.
Keempat orang yang diamankan masing-masing berinisial RM (14), MR (15), MRA (19), dan MS (16). Dua di antaranya masih berstatus pelajar SMP, sementara dua lainnya telah lulus sekolah.
“Berdasarkan keterangan yang diperoleh, para terduga mengaku berasal dari komunitas TOM atau Tim Ogah Mundur,” ungkap Asep.
Selanjutnya, Tim Prabu 2 berkoordinasi dengan Polsek Babakan Ciparay untuk menyerahkan keempat orang yang diamankan beserta barang bukti senjata tajam guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Tim Prabu 2 berkoordinasi dengan pihak Polsek Babakan Ciparay untuk menyerahkan keempat orang yang diamankan beserta barang bukti senjata tajam guna dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku,”katanya.

















