TERASJABAR.ID – FIFA berencana memperluas pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) pada Piala Dunia 2026 untuk membantu melindungi pemain dan tim dari serangan komentar kasar di media sosial.
Langkah ini merupakan pengembangan dari layanan perlindungan media sosial yang pertama kali diperkenalkan setelah Piala Dunia 2022 di Qatar.
Melalui sistem tersebut, FIFA menawarkan layanan moderasi secara gratis kepada seluruh asosiasi sepak bola peserta turnamen.
Teknologi AI akan memantau dan menyaring komentar yang mengandung unsur rasisme, homofobia, misogini, maupun bentuk ujaran kebencian lainnya di berbagai platform media sosial.
Sistem ini bekerja dengan mendeteksi lebih dari 30.000 kata kunci yang dianggap ofensif.
Komentar yang teridentifikasi akan disembunyikan dalam hitungan detik tanpa sepengetahuan pengirimnya.
Selain itu, laporan juga dapat diteruskan untuk proses investigasi lebih lanjut dan berpotensi berujung pada larangan pembelian tiket pertandingan.
Sejumlah klub Premier League, termasuk Tottenham Hotspur dan Arsenal, telah lebih dulu memanfaatkan teknologi serupa melalui kerja sama dengan perusahaan AI Respondology.
Platform tersebut dikembangkan untuk mengurangi penyebaran ujaran kebencian yang kerap menargetkan atlet di dunia olahraga.
Menurut CEO Respondology, Erik Swain, teknologi tersebut telah membantu menghapus jutaan komentar bernada rasis dan diskriminatif dari sepak bola global.
Ia menilai penggunaan AI tidak hanya menjaga ruang digital tetap sehat, tetapi juga berperan penting dalam melindungi kesehatan mental para pemain.
Dengan mayoritas pertandingan Piala Dunia 2026 digelar di Amerika Serikat dan tingginya aktivitas taruhan olahraga, potensi meningkatnya pelecehan daring diperkirakan semakin besar.
Karena itu, FIFA berharap teknologi AI dapat menjadi solusi efektif untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi seluruh peserta turnamen.-***















