TERASJABAR.ID.– Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Kuningan tak bisa bekerja maksimal saat terjadi dua kali peristiwa kebakaran dalam satu hari di lokasi berbeda. Pasalnya dari total 6 unit armada kendaraan “Damkar” hanya 3 unit saja yang layak operasional. Sementara 3 unit lainnya dalam kondisi rusak.
Kepala UPT Damkar Satpol PP Kuningan Andri Arga Kusumah, saat dikonfirmasi membenarkan hal ini hingga petugas kami tidak dapat bekerja optimal dalam penanggulangan kebakaran, terangnya Rabu (4/6/2026).
Seperti diketahui ketika kebakaran terjadi tidak ada waktu untuk menunggu, tidak ada ruang untuk alasan teknis. Namun, saat terjadi kebakaran di dua lokasi praktis petugas Damkar tak bisa berbuat banyak. Terkendala kendaraan Damkar hingga mengaburkan harapan warga. Terpantau kebakaran pertama terjadi, petugas harus berjuang ekstra keras dengan keterbatasan alat. Belum hilang rasa cemas, kebakaran kedua terjadi di lokasi berbeda, dan praktis petugas harus kembali lagi ke lokasi kebakaran kedua di wilayah berbeda.
Sungguh ironis ditengah giat berbagai program pembangunan dan kegiatan seremonial yang digembar-gemborkan, namun urusan mendasar terkait armada Damkar yang rusak luput dari perhatian Bupati Kuningan, ungkap Danu pengamat kinerja UPT Damkar Satpol PP Kuningan.
Timbul pertanyaan dari kalangan warga Kuningan, apakah pemerintah baru akan bergerak dan membenahi armada ini jika nanti ada korban jiwa yang berjatuhan atau kerugian harta benda yang nilainya jauh lebih besar? Apakah separuh armada yang rusak ini akan menjadi alasan ketika nanti ada rumah warga yang ludes terbakar karena keterlambatan penanganan?
Bagaimana mungkin petugas diharapkan bekerja maksimal jika alat yang diandalkan saja kondisinya timpang alias tidak layak.
Sementara warga yang menjadi korban harus menanggung risiko akibat 3 unit mobil pemadam kebakaran dibiarkan rusak.
Untuk memberi pelayanan prima kepada masyarakat, pemerintah diharapkan serius memperbaiki fasilitas kendaraan Damkar yang rusak. Dengan kondisi yang layak ketika ada peristiwa kebakarana, seluruh armada siap berangkat. Jangan biarkan nyawa dan harta benda warga Kuningan menjadi taruhan atas kelalaian perawatan kendaraan dinas.












