TERASJABAR.ID – Kesemutan sering dianggap sebagai keluhan ringan yang akan hilang dengan sendirinya.
Sensasi seperti ditusuk jarum, mati rasa, atau kebas pada tangan dan kaki memang umum terjadi, terutama setelah seseorang duduk atau berada dalam posisi tertentu dalam waktu lama.
Namun, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa kesemutan yang terjadi berulang atau berlangsung lama tidak boleh diabaikan.
Dalam dunia medis, kondisi tersebut dikenal sebagai parestesia, yakni sensasi abnormal pada kulit yang dapat berupa rasa kebas, panas, terbakar, atau seperti tertusuk jarum.
Keluhan ini paling sering dirasakan pada jari tangan, telapak tangan, kaki, maupun jari kaki.
Kesemutan umumnya terjadi akibat tekanan sementara pada saraf atau terganggunya aliran darah ke bagian tubuh tertentu.
Meski begitu, kondisi ini juga dapat dipicu oleh berbagai faktor lain, seperti kekurangan vitamin B, kerusakan saraf akibat diabetes, saraf terjepit di tulang belakang, hingga penyakit saraf yang lebih serius seperti stroke, sindrom terowongan karpal, atau sklerosis ganda.
Dokter menyarankan masyarakat lebih waspada apabila kesemutan muncul terus-menerus, disertai kelemahan otot, nyeri yang menjalar, gangguan gerak, atau terjadi secara tiba-tiba pada satu sisi tubuh.
Untuk mencegah kesemutan, dianjurkan menjaga pola hidup sehat, memenuhi kebutuhan vitamin, mengontrol kadar gula darah, serta menghindari posisi duduk atau tidur yang menekan saraf terlalu lama.
Jika keluhan terus berlanjut dan mengganggu aktivitas sehari-hari, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab serta mendapatkan penanganan yang tepat.-***
















