TERASJABAR.ID – Fase pemulangan jemaah haji Indonesia resmi dimulai. Ahad (31/5/2026) malam waktu Arab Saudi, kelompok terbang (kloter) pertama diberangkatkan dari Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, menuju Tanah Air setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Makkah dan sekitarnya. Demikian dilansir dari Hajinews Senin 1 Juni 2026.
Kloter yang menjadi rombongan perdana kepulangan tersebut terdiri atas Kloter 1 Embarkasi Batam (BTH 1), Kloter 1 Embarkasi Surabaya (SUB 1), Kloter 3 Embarkasi Surabaya (SUB 3), serta Kloter 1 Embarkasi Makassar (UPG 1).
Jemaah asal Surabaya yang tergabung dalam SUB 1 dan SUB 3 diterbangkan menggunakan maskapai Saudia Airlines pada Senin (1/6/2026) masing-masing pukul 03.21 waktu Arab Saudi (WAS) dan pukul 05.55 WAS. Sementara itu, UPG 1 diberangkatkan dengan maskapai Garuda Indonesia pada pukul 04.53 WAS, sedangkan BTH 1 lepas landas menggunakan Saudia Airlines pada pukul 01.06 WAS.
Berdasarkan pantauan Republika, jemaah SUB 1 mulai diberangkatkan dari hotel menuju bandara menggunakan bus pada Ahad malam sekitar pukul 20.00 waktu setempat.
Salah seorang jemaah asal Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Slamet Aryanto (59), mengaku bersyukur dapat menunaikan ibadah haji tahun ini. Ia juga menyampaikan kepuasannya terhadap layanan yang diterima selama berada di Tanah Suci.
“Pengalaman paling berkesan selama di Armuzna. Sedangkan (pelayanan terkait) konsumsi sangat memuaskan dan petugas haji juga sangat memuaskan pelayanannya,” kata Slamet.
Kesan serupa disampaikan Siti Rukhoyah (64), jemaah asal Probolinggo lainnya. Menurut dia, penyelenggaraan haji tahun ini berjalan baik dan memberikan pengalaman spiritual yang mendalam.
“Alhamdulillah senang sekali, pelayanannya sangat baik,” kata Siti.
Ia menyebut momen paling berkesan selama berhaji adalah saat menjalani ibadah di Arafah dan Mina. Meski menempati markaz yang berada di kawasan Mina Jadid dengan jarak yang cukup jauh, Siti mengaku tetap mendapatkan pelayanan yang memuaskan dari para petugas.
“Pelayanan semua bagus, makanan enak dan berlimpah ruah,” katanya.
Meski demikian, ia berharap penyelenggaraan haji pada masa mendatang dapat semakin ditingkatkan, terutama terkait lokasi hotel yang lebih dekat dengan Masjidil Haram.
“Hotel kami memang sangat jauh, dari (Masjidil) Haram 8 kilometer, kemudian harus berjalan dari terminal 2 kilometer. Cukup menantang dan melelahkan,” kata Siti.
Jemaah lainnya, Robiatul Azawiyah Arbai (53) asal Surabaya, juga mengaku bahagia karena telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dan bersiap kembali ke Indonesia.
“Bahagia, walaupun cuaca sangat berbeda dengan negara kita namun Alhamdulillah kami bisa melaluinya,” kata dia.
Robiatul menilai layanan yang diberikan selama musim haji tahun ini cukup memuaskan, baik dari sisi konsumsi maupun pendampingan petugas.
“Alhamdulillah misalnya konsumsi melimpah, tidak kurang-kurang. Petugasnya Alhamdulillah ramah semua,” kata dia.
Menurut Robiatul, makna utama dari ibadah haji tidak berhenti saat seseorang meninggalkan Tanah Suci. Kemabruran haji, menurutnya, harus tercermin dalam perubahan sikap dan perilaku setelah kembali ke tengah masyarakat.
“Mulai dulu yang kurang baik, akan kita perbaiki, harus ada perubahan,” katanya.
Fase pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air berlangsung mulai 1 Juni 2026. Pada hari pertama, sebanyak 17 kloter dengan total 6.798 jemaah dijadwalkan kembali ke Indonesia.
Pemulangan gelombang pertama dilakukan melalui Bandara King Abdulaziz, Jeddah, pada 1-15 Juni 2026. Selanjutnya, jemaah gelombang kedua akan dipulangkan melalui Bandara Madinah pada periode 16-30 Juni 2026.(*)
















