TERASJABAR.ID – Zucchini merupakan buah berwarna hijau yang masih sering dianggap mirip timun, padahal keduanya berbeda meski sama-sama berasal dari keluarga labu atau Cucurbitaceae.
Buah bernama latin Cucurbita pepo L ini memiliki ukuran lebih besar dan bentuk lebih panjang dibanding timun.
Awalnya dikembangkan di Italia, zucchini kini mulai banyak dibudidayakan di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Popularitas zucchini terus meningkat karena kandungan nutrisinya yang melimpah.
Dalam 100 gram zucchini terkandung sekitar 17 kalori, air, karbohidrat, protein, serat, kalsium, magnesium, dan kalium.
Buah ini juga kaya vitamin A, B6, C, E, dan K serta antioksidan seperti lutein, zeaxanthin, dan polifenol.
Berkat kandungannya tersebut, zucchini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.
Kandungan serat dan airnya membantu menjaga berat badan karena memberikan rasa kenyang lebih lama. Vitamin C di dalamnya juga membantu meningkatkan produksi kolagen sehingga dapat memperlambat munculnya tanda penuaan kulit seperti keriput dan garis halus.
Selain itu, zucchini baik untuk kesehatan pencernaan karena seratnya membantu melancarkan buang air besar dan menjaga bakteri baik di usus.
Kandungan vitamin B6 dipercaya membantu meredakan gejala pramenstruasi, sedangkan seratnya dapat membantu mengontrol gula darah.
Antioksidan lutein dan zeaxanthin bermanfaat menjaga kesehatan mata, sementara kandungan pektin, kalium, dan magnesium membantu menjaga kesehatan jantung dan tekanan darah.
Bahkan, vitamin C dalam zucchini juga berpotensi membantu mencegah pertumbuhan sel kanker.
Zucchini dapat dikonsumsi langsung, dijadikan jus, tumisan, atau campuran sayur.
Namun, bagi yang mengalami alergi setelah mengonsumsinya, disarankan segera menghentikan konsumsi dan memeriksakan diri ke dokter.-***

















