TERASJABAR.ID – Laga menentukan akan dihadapi Persib saat menjamu Persijap Jepara, di Stadion GBLA Bandung, Sabtu (23/5/2026) ini, di pekan terakhir BRI Super League. Persib jelas berada di atas angin, karena punya selisih dua poin di atas satu-satunya klub lain yang masih punya peluang juara, Borneo FC.
“Hanya dengan tersisa satu pertandingan dan akan dimainkan di kandang sendiri, secara hitungan di atas kertas, pasukan Bojan Hodak akan mengungguli Persijap. Tapi kita tahu, tak ada yang tak mungkin di sepakbola. Betapa banyak ‘anomali’ ataupun hal tak terduga muncul di menit dan bahkan detik terakhir,” kata Ketua Komisi V DPRD Jabar H. Yomanius Untung, S.Pd.,M.M., Jumat (22/5/2026).
H. Untung khawatir, jika Persib sekadar mencari angka draw dengan memilih cari aman alias bertahan. Strategi itu bisa jadi bumerang, karena Persijap sejauh ini mampu mengimbangi setiap lawan kuat manapun. “Faktanya, terbukti pekan lalu Persijap bisa menahan seri Borneo. Bahkan di leg pertama Persijap tumbangkan Persib 2-1 di kandangnya. Harus diingat pula, gol kemenangan buat Persijap terjadi di akhir laga perpanjangan waktu,” katanya.
Kekalahan dramatis Persib saat bermain di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, pada 18 Agustus 2025 lalu, harus jadi pelajaran berharga. Karena Persijap yang berjulukan Laskar Kalinyamat ini dikenal pantang menyerah hingga detik-detik terakhir.
Politisi Partai Golkar dari dapil Sumedang-Majalengka-Subang ini juga menilai, Persib punya beban piskologis yang berat, dengan begitu gegap-gempitanya Pemprov Jabar maupun bobotoh menyiapkan pesta kemenangan. “Kebayang kan kalo rencana pesta itu buyar ketika Persib kecolongan menjelang akhir laga. Kemenangan yang sudah di depan mata, berubah jadi mimpi buruk yang akan membayangi hingg beberapa waktu ke depan,” tandasnya.
Ketika ditanya prediksi gol yang akan tercipta, H. Untung menjawab, “Saya bukan pengamat sepakbola, tapi tak ada salahnya berharap Persib menang 3-1. Kita sama-sama berdoa saja dan meminta bobotoh untuk menjaga keamanan dan ketertiban bersama. Menang dan kalah adalah hal biasa dalam pertandingan. Yang terpenting adalah, apakah kita dewasa menyikapi setiap hasil yang ada.”*
















