TERASJABAR.ID – Iran memperingatkan bahwa konflik di Timur Tengah dapat meluas hingga keluar kawasan apabila Amerika Serikat dan Israel kembali melanjutkan serangan terhadap Teheran.
Pernyataan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan ancaman aksi militer jika kesepakatan damai tidak segera tercapai.
Sebelumnya, gencatan senjata yang berlaku sejak 8 April sempat menghentikan pertempuran yang mengguncang stabilitas ekonomi global.
Namun, ketegangan antara Washington dan Teheran masih terus berlanjut melalui perang pernyataan dan ancaman dari kedua pihak.
Trump beberapa kali menegaskan bahwa AS siap melancarkan serangan baru terhadap Iran.
Sebaliknya, pejabat Iran juga memperingatkan bahwa setiap agresi lanjutan akan mendapat balasan keras yang dapat memperluas konflik ke wilayah lain.
Meski situasi tetap memanas, kedua negara masih terlibat dalam jalur diplomasi yang dimediasi Pakistan guna mencari jalan keluar permanen untuk mengakhiri perang.
Wakil Presiden AS JD Vance menyebut negosiasi menunjukkan perkembangan positif, namun menegaskan militer Amerika tetap berada dalam kondisi siap tempur.
Sementara itu, Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa jika serangan terhadap Iran kembali terjadi, maka perang regional akan meluas dan disertai serangan balasan besar terhadap musuh-musuhnya.
Mereka juga menegaskan Iran belum mengerahkan seluruh kemampuan militernya selama konflik berlangsung.
Di sisi lain, tekanan ekonomi akibat konflik mulai dirasakan secara global.
Meski pertempuran berhenti sementara, Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan minyak dunia masih belum kembali beroperasi normal.
Kondisi ini memicu kenaikan harga energi dan meningkatkan kekhawatiran terhadap perekonomian global.
Dampak kenaikan harga bahan bakar bahkan memicu aksi protes di sejumlah negara, termasuk Kenya, yang bergantung pada impor energi dari kawasan Teluk.
Kerusuhan dalam demonstrasi dilaporkan menyebabkan beberapa korban jiwa dan puluhan orang mengalami luka-luka.-***

















