TERASJABAR.Id – Campak merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus Morbili dan dapat menyebar dengan sangat cepat antarindividu.
Penularan utamanya terjadi melalui percikan droplet dari hidung atau mulut penderita saat batuk, bersin, atau berbicara.
Selain itu, infeksi juga bisa terjadi ketika seseorang menyentuh permukaan yang telah terkontaminasi virus, kemudian menyentuh area wajah seperti hidung, mulut, atau mata.
Berikut ini beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang tertular campak:
- Tidak mendapatkan vaksin campak atau MMR
Sebagian besar kasus campak terjadi pada individu yang belum memperoleh imunisasi lengkap. Vaksin MMR terbukti efektif membentuk kekebalan terhadap virus Morbili, sehingga mereka yang tidak divaksin memiliki risiko lebih tinggi. - Usia bayi yang belum memenuhi syarat vaksinasi
Bayi di bawah usia 9 bulan umumnya belum dapat menerima vaksin, sehingga daya tahan tubuhnya masih rentan terhadap infeksi. - Kontak erat dengan penderita campak
Tinggal serumah atau merawat penderita meningkatkan risiko penularan. Virus campak bahkan dapat bertahan di udara hingga dua jam setelah penderita batuk atau bersin. - Sistem imun yang lemah
Individu dengan daya tahan tubuh rendah, seperti penderita HIV/AIDS, kanker, atau pengguna obat imunosupresif, lebih mudah terinfeksi dan mengalami gejala yang lebih berat. - Kekurangan nutrisi, terutama vitamin A
Gizi buruk dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan memperparah infeksi. Kekurangan vitamin A juga meningkatkan risiko komplikasi serius seperti pneumonia atau gangguan penglihatan. - Lingkungan padat dan kurang higienis
Area dengan kepadatan tinggi dan sanitasi buruk mempercepat penyebaran virus karena kontak antarindividu lebih sering terjadi. - Perjalanan ke wilayah endemis
Bepergian ke daerah dengan kasus campak tinggi atau cakupan vaksin rendah meningkatkan kemungkinan terpapar virus. - Tidak adanya imunisasi dalam keluarga
Jika anggota keluarga tidak divaksin, penularan di dalam rumah dapat berlangsung sangat cepat karena interaksi yang dekat. - Kurangnya kebersihan diri
Tidak mencuci tangan atau menyentuh wajah setelah kontak dengan benda terkontaminasi dapat mempermudah masuknya virus ke tubuh. - Stres dan kondisi tubuh yang menurun
Stres berkepanjangan, kelelahan, dan kurang tidur dapat melemahkan daya tahan tubuh, sehingga meningkatkan risiko infeksi meski bukan penyebab langsung.
Campak sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi yang tepat waktu.
Oleh karena itu, penting memastikan vaksinasi campak atau MMR sudah lengkap.
Jika muncul gejala seperti demam tinggi, batuk, mata merah, atau ruam, segera lakukan pemeriksaan medis untuk mendapatkan penanganan lebih awal.-***
















