TERAS JABAR – Menteri Lingkungan Hidup Djumhur Hidayat mengingatkan para birokrat, pejabat harus mengutamakan pelayanan publik. “Birokrat yang abai terhadap pelayanan publik adalah birokrat sontoloyo, ” katanya.
Pelayanan yang harus didahulukan adalah mencari solusi masalah sampah di Indonesia khususnya Bandung Raya. Oleh karena itu, Djumhur meminta agar pemprov Jabar, Pemkot dan Pemkab harus “guyub” melakukan kolaborasi memerangi sampah yang tak beres beres.
Dengan kerjasama yang baik, dan serius, Djumhur meyakini pelan pelan persoalan sampah akan terselesaikan. Djumhur mengatakan hal itu pada acara silaturahmi warga Jabar yang diprakarsai pengusaha Jabar Agung Suryamal, Minggu 10 April 2026 di Jalan Soekarno Hatta Bandung.
Apa yang dikemukakan Djumhur diamini oleh Achmad Heryawan mantan gubernur Jawa Barat. Menurut Aher (panggilan Achmad Heryawan) , persoalan sampah sampai sekarang belum bisa teratasi. Selama dua periode memimpin Jabar, Aher mengakui belum berhasil mengatasi masalah ini.
Aher yang diberi kesempatan memberi sambutan ini menyoroti soal tempat pengolahan sampah di Legok Nangka dan Nambo. Dua tempat pengolahan sampah yang dikenal termodern ini belum beroperasi padahal proses tender keduanya sudah selesai. Dia berharap dua tempat itu segera difungsikan sehingga bisa mengatasi minimal mengurangi persoalan sampah. “Kita bisa membangun proyek besar seperti bandara, kereta cepat dsb, tetapi masalah sampah nggak bisa bisa, ” katanya.
Agung Suryamal yang juga wakil ketua Kadin Indonesia dalam sambutanya mengatakan bahwa persoalan sampah khususnya di Bandung Raya butuh penanganan serius.
Kehadiran dan keterlibatan Menteri KLH Djumhur Hidayat menurut Agung membuahkan harapan akan adanya solusi per sampahan di Bandung Raya.
Agung juga menekankan pentingnya memberi edukasi kepada masyarakat agar bisa mengubah mindset mereka tentang penanganan sampah yang benar dan efisien.
Sebagai informasi, produksi sampah di Bandung Raya perharinya 5000 ton dan baru bisa teratasi sekitar 30 persen.
PELAYANAN PUBLIK
Djumhur mengatakan bahwa pihaknya serius menangani persoalan sampah ini. Sebagai pelayanan publik, Djumhur menegaskan bahwa birokrat, pejabat harus mengutamakan pelayanan publik.
“Jika birokrat yang tidak bisa melayani publik itu birokrat bohong, birokrat sontoloyo, ” tegas Djumhur.
Sebelum kembali ke Jakarta Djumhur menyempatkan diri meninjau tempat pengolahan sampah di Pasar Caringin Bandung.
Seperti diketahui, tempat pengolahan sampah di Pasar Caringin sehari harinya mengolah sampah menjadi pakan ternak, pakan ikan, briket dan BBM. ***
















