TERASJABAR.ID – Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Brigadir Jenderal Dua Ebrahim Zolfaghari, menuduh bahwa pasukan Amerika Serikat telah menyerang sebuah kapal tanker minyak milik Iran.
Hal itu,menurutnya, merupakan pelanggaran serius terhadap kesepakatan gencatan senjata.
Dalam pernyataannya pada Kamis malam, ia menyebut bahwa militer AS yang dianggap agresif dan melakukan tindakan perompakan telah melanggar gencatan senjata dengan menyerang kapal tanker Iran yang tengah berlayar dari perairan pesisir Jask menuju Selat Hormuz.
Ia juga menyinggung adanya serangan terhadap kapal lain yang memasuki Selat Hormuz di sekitar pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab.
Selain itu, Zolfaghari menyatakan bahwa beberapa wilayah sipil di sepanjang pesisir Bandar Khamir, Sirik, dan Pulau Qeshm juga menjadi sasaran serangan udara yang melibatkan sejumlah pihak di kawasan tersebut.
“Pada saat yang sama, daerah sipil menjadi sasaran serangan udara dengan kerja sama beberapa negara regional di sepanjang pantai Bandar Khamir, Sirik, dan Pulau Qeshm,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran segera melakukan serangan balasan terhadap kapal-kapal militer AS yang berada di wilayah timur Selat Hormuz dan selatan pelabuhan Chabahar, yang diklaim menimbulkan kerusakan signifikan.
Lebih lanjut, ia memperingatkan bahwa Iran dan sekutunya akan memberikan respons tegas terhadap setiap bentuk agresi di masa mendatang.
Sebelumnya, sejumlah laporan menyebutkan bahwa angkatan laut dan pasukan rudal Iran merespons cepat tindakan AS di Selat Hormuz, hingga memaksa kapal-kapal Amerika mundur setelah mengalami kerusakan.
Insiden tersebut terjadi tak lama setelah Presiden AS Donald Trump menangguhkan “Proyek Kebebasan” yang baru berjalan 48 jam, sebuah operasi yang bertujuan membuka jalur Selat Hormuz.-***

















