TERASJABAR.ID – Sektor industri kerajinan masih terus memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional.
Selain dikenal sebagai penghasil devisa, sektor ini juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan An.eka (Ditjen IKMA) terus mengakselerasi daya saing pelaku industri kerajinan di daerah agar mampu mempertahankan sekaligus meningkatkan daya saingnya.
“Konsumen dan buyer produk kerajinan kini semakin menyukai produk yang spesifik, unik, namun tetap memiliki fungsi yang baik, serta memiliki nilai tambah yang berbeda dari lainnya. Karena itu, diversifikasi produk menjadi kunci penting agar produk kerajinan Indonesia semakin kompetitif melalui berbagai inovasi yang menjawab kebutuhan dan selera pasar,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (3/5).
Menurut Menperin, dinamika pasar yang terus berkembang menuntut pelaku industri untuk sigap beradaptasi dan berinovasi.
Diversifikasi produk kerajinan termasuk yang diperlukan, agar hasil karya industri kecil dan menengah mampu menjangkau pasar yang lebih luas serta beragam.
“Diversifikasi produk adalah penambahan ragam produk secara horizontal dengan tetap menggunakan bahan baku dan proses produksi yang hampir sama. Strategi ini bertujuan memperluas segmen dan target pasar tanpa harus membangun lini produksi baru dari awal,” ujarnya.
Pusat Data dan Informasi Kemenperin mencatat, ekspor industri barang kerajinan nasional pada 2025 mencapai USD 806,63 juta atau tumbuh 15,46 persen dibandingkan 2024 sebesar USD 698,62 juta.
















