TERASJABAR.ID – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengajak mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) untuk menjadi pemimpin adaptif yang mampu menghadapi perubahan yang semakin kompleks.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan pembinaan peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS bersama ParagonCorp di Universitas Andalas, Sumatra Barat, kemarin.
Dalam sambutannya, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Distribusi dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan Beasiswa Cendekia BAZNAS menjadi solusi dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif, merata, dan berkeadilan bagi masyarakat kurang mampu, sekaligus dalam melahirkan pemimpin yang adaptif di masa depan.
Ia juga menyambut baik perluasan porsi zakat produktif, termasuk beasiswa pendidikan. “Kami menyambut baik saran tersebut, namun mohon juga dibantu dari sisi pengumpulan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatra Barat Dr. H. Buchari M., M.Ag. menegaskan, pemimpin adaptif tidak hanya berorientasi pada hasil dan karier, tetapi juga harus memperhatikan dampak sosial dari setiap keputusan yang diambil. “Pemimpin harus tetap berpegang pada nilai-nilai kemanusiaan dan sosial,” ujarnya.
Buchari menjelaskan, terdapat tiga nilai utama yang perlu dimiliki seorang pemimpin, yakni empati, solidaritas, dan keadilan sosial.
Menurutnya, ketiga nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kepemimpinan yang berorientasi pada kebermanfaatan.
Buchari mengatakan, nilai-nilai tersebut kerap dianggap sebagai hambatan dalam pengambilan keputusan.
















