TERASJABAR.ID – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang mengembangkan Bandung Smart Map (BSM) Pro berbasis data geospasial untuk mendukung perencanaan tata ruang yang lebih terintegrasi dan akurat.
Pengembangan sistem ini bertujuan menyediakan akses informasi zonasi wilayah, potensi lahan, hingga referensi perencanaan pembangunan yang dapat digunakan masyarakat, pelaku usaha, hingga investor dalam menentukan lokasi kegiatan secara tepat.
Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Kota Bandung Deni Pathudin mengatakan BSM Pro merupakan pengembangan dari sistem sebelumnya yang telah digunakan sejak 2017.
“BSM Pro dirancang untuk mempermudah akses informasi spasial, mulai dari zonasi wilayah hingga potensi lahan,” ujar Deni Pathudin.
Ia menjelaskan sistem tersebut berkembang dari BSM, kemudian BSM Plus, hingga menjadi platform yang lebih komprehensif dan terintegrasi dalam mendukung kebutuhan data tata ruang kota.
BSM Pro juga dimanfaatkan untuk membantu masyarakat memahami zonasi wilayah, termasuk zonasi pendidikan, serta menjadi acuan bagi perencanaan pembangunan dan investasi.
Namun, pembaruan data masih menghadapi tantangan karena perubahan kondisi fisik kota yang berlangsung cepat, seperti pembangunan gedung baru hingga perubahan fungsi bangunan.
“Perubahan di lapangan seringkali lebih cepat dibandingkan proses validasi data, sehingga pembaruan data harus dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.
















