TERASJABAR.ID – Tiga tahun setelah kasus Negreira Case mencuat, ketegangan antara Barcelona dan Real Madrid masih belum mereda.
Klub asal Catalan tersebut dituduh melakukan sejumlah pelanggaran terkait pembayaran kepada mantan wakil ketua Komite Teknis Wasit, Enriquez Negreira.
Hingga kini, proses hukum masih terus berjalan tanpa kepastian akhir.
Salah satu tuduhan serius yang diarahkan kepada Barcelona adalah praktik korupsi dalam dunia olahraga.
Dalam dokumen yang diungkap oleh Xavier Estrada Fernandez (melalui Diario AS), Real Madrid menilai sistem evaluasi wasit saat Negreira menjabat berjalan tidak transparan dan cenderung subjektif.
Mereka menilai karier serta promosi wasit sangat dipengaruhi oleh pihak tertentu di dalam struktur tersebut.
Lebih lanjut, pihak Madrid juga menilai bahwa bukti-bukti yang terkumpul sejak Maret 2024, ditambah hasil penyelidikan lanjutan, cukup kuat untuk melanjutkan proses hukum.
Mereka bahkan menyebut adanya indikasi praktik korupsi olahraga yang bersifat berkelanjutan dan melibatkan sejumlah pihak terkait.
Di sisi lain, Barcelona secara konsisten membantah semua tuduhan tersebut.
Klub menegaskan bahwa pembayaran yang dilakukan semata-mata untuk mendapatkan laporan teknis terkait performa wasit, yang diterima oleh delegasi pertandingan mereka.
Meski kasus ini telah berjalan selama dua tahun, belum ada tanda-tanda penyelesaian dalam waktu dekat.
Situasi ini membuat ketidakpastian terus berlanjut, dengan Real Madrid tetap berupaya memposisikan diri sebagai pihak yang dirugikan.-***
















