Oleh: Dahlan Iskan
Senin 13-04-2026
(Jubir Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei menyatakan perundingan Islamabad gagal, tapi jalur diplomatik tetap terbuka -Tasnim News Agency)
Di Amerika sendiri banyak yang berdoa agar perundingan Amerika-Iran itu gagal total. Apalagi di Israel: lebih banyak lagi.
Hanya Anda –dan saya– yang berdoa agar perundingan damai itu berhasil.
Tapi doa merekalah yang dikabulkan: perundingan di Islamabad resmi dinyatakan gagal. Total. Jalan buntu. Delegasi dari kedua negara pun meninggalkan ibu kota Pakistan tanpa saling bertemu.
Setidaknya pejabat tinggi dari kedua negara sudah berhasil menginap bersama di satu hotel yang sama.
Bukan berarti, begitu mereka pulang, perang langsung kembali meletus. Status gencatan senjata masih berlaku –sampai 10 hari lagi.
Mungkin saja, pada pukul 00.01 tengah malam tanggal 10 hari lagi bom dan rudal kembali mengarah ke sasaran masing-masing. Hancur-hancuran. Bisa lebih seru dari sebelum gencatan senjata. Mereka sudah cukup istirahat. Tenaga sudah pulih untuk memulai perang baru.
Atau, keduanya hanya saling tunggu: siapa yang memulai serangan lebih dulu. Siapa yang memulai akan mendapat penilaian negatif dari seluruh dunia.
Pun 28 Februari lalu: dunia mencatat Amerika-Israel lah yang lebih dulu menyerang Iran. Justru di saat perundingan antara Amerika-Iran mendekati kesepakatan.
Perundingan kali ini, di Islamabad itu, memang lebih sulit: Iran telanjur babak belur. Iran menuntut ganti rugi sebagai prasyarat perundingan dimulai. Tuntutan seperti itu tidak ada di perundingan sebelum perang.
Bisa jadi pada pukul 00.01 di tanggal itu nanti tidak terjadi apa-apa. Kedua belah pihak saling menahan diri. Perang 40 hari kemarin ternyata hanya menghabiskan biaya dan kepercayaan politik. Tidak ada yang menang. Yang menang hanya para sengkuni.
Apalagi belum jelas pula siapa yang akan membayar tagihan perang 40 hari itu. Rakyat Amerika Serikat? Atau Presiden Donald Trump mengirim kuitansi biaya perang ke negara-negara Arab di Teluk Parsi? Bisa jadi perang meletus lagi bila sudah jelas siapa yang membayar tagihannya.















