TERASJABAR.ID – Israel melancarkan serangan ke ladang gas raksasa South Pars milik Iran pada Rabu, menandai eskalasi besar dalam konflik.
Aksi ini terjadi hanya beberapa jam setelah serangan udara intens di Beirut dan tewasnya menteri intelijen Iran, Esmail Khatib.
Ladang gas South Pars, yang berada di Teluk Persia dan dikelola bersama Qatar, merupakan salah satu sumber energi terbesar dunia.
Serangan terhadap fasilitas ini memicu peringatan keras dari Teheran, yang mengancam akan menargetkan infrastruktur energi negara-negara Teluk dalam waktu dekat.
Qatar dan Uni Emirat Arab pun mengecam langkah tersebut sebagai tindakan berbahaya yang dapat mengganggu stabilitas energi global.
Konflik yang semakin memanas juga berdampak pada pasar energi, dengan harga minyak melonjak mendekati 110 dolar per barel akibat kekhawatiran gangguan pasokan, terutama karena Selat Hormuz masih mengalami blokade.
Di sisi lain, laporan menyebut serangan Israel mendapat dukungan dari Amerika Serikat.
Hal ini memperkuat dugaan bahwa operasi militer kedua negara kini mulai menyasar sektor energi Iran, yang sebelumnya relatif dihindari demi menjaga stabilitas harga global.
Dalam perkembangan lain, Iran mengonfirmasi kematian beberapa pejabat penting, termasuk Khatib, yang menjadi salah satu tokoh kunci dalam struktur keamanan negara.
Sementara itu, serangan Israel juga meluas ke Lebanon, menghantam Beirut dan infrastruktur penting di selatan, yang memperparah krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.
Perang yang telah memasuki pekan ketiga ini terus menelan korban jiwa dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda, sementara ketegangan di kawasan semakin meningkat.***














