TERASJABAR.ID – Harga saham perusahaan-perusahaan minyak besar melonjak tajam sejak konflik di Iran pecah.
Perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran memicu guncangan pasokan energi, yang langsung berdampak pada kenaikan valuasi perusahaan energi dunia.
Dalam dua pekan setelah serangan awal terhadap Iran, nilai pasar gabungan enam perusahaan minyak besar Barat yang tercatat di bursa meningkat lebih dari 130 miliar dolar AS.
Lonjakan ini mendorong beberapa perusahaan mencapai rekor valuasi tertinggi, termasuk Shell di London, serta perusahaan energi Amerika ExxonMobil dan Chevron.
Kenaikan harga energi diperkirakan membawa keuntungan besar bagi industri minyak.
Konsultan energi Rystad Energy memperkirakan perusahaan minyak AS berpotensi menambah pendapatan hingga 63,4 miliar dolar AS.
Sementara analis dari Goldman Sachs menaksir laba gabungan sekitar 5 miliar pound sterling untuk BP dan Shell.
Nilai pasar Shell bahkan mencapai rekor sekitar 190 miliar pound sterling di Bursa Efek London, naik sekitar 12 persen sejak akhir Februari.
Meski perusahaan sempat menghentikan sebagian pengiriman gas dari fasilitas LNG di Qatar akibat kondisi darurat, lonjakan harga energi tetap menutup dampak gangguan tersebut.
Saham ExxonMobil dan Chevron juga mencatat kenaikan masing-masing lebih dari 5 persen dan 7 persen, dengan nilai pasar mencapai sekitar 630 miliar dolar AS untuk ExxonMobil dan hampir 390 miliar dolar AS untuk Chevron.
Perusahaan energi lain seperti TotalEnergies dan Eni juga mengalami peningkatan harga saham.
Sementara itu, perusahaan energi Norwegia Equinor menjadi salah satu pihak yang paling diuntungkan karena tidak memiliki aset produksi di Timur Tengah, sehingga sahamnya melonjak lebih dari 20 persen dalam dua minggu terakhir.
Di tengah lonjakan keuntungan industri minyak, organisasi lingkungan 350.org mendesak pemerintah menerapkan pajak keuntungan tak terduga bagi perusahaan energi besar.
Mereka menilai keuntungan besar dari krisis energi seharusnya dimanfaatkan untuk membantu masyarakat dan mempercepat transisi menuju energi bersih.-***










