Oleh : Ir. Dony Mulyana Kurnia ( DMK ) – Ketua Umum DPP Barisan Islam Moderat ( BIMA )
Jika kita ingin memahami langkah-langkah progresif politis Trump, sebetulnya sangat mudah. Trump sebelum terjun mencalonkan presiden Amerika, dia adalah raja judi Las Vegas, dan di kenal setiap perhelatan kejuaraan dunia tinju kelas berat, Trump menjadi promotornya, dan selalu memegang kendali pasar taruhan perjudian Las Vegas. Dan tidak salah jika Trump adalah bandar judi yang sangat piawai, dan tidak ada kamus kalah, bandar selalu menang.
Manakala terjun mencalonkan presiden AS, kita tau Trump gaspol dari partai Republik, yang selalu kalah oleh partai Demokrat dari sejak presiden Ronald Reagen. Namun insting judinya menjadi modal kemenangan dia untuk menjadi presiden AS. Apa bedanya judi dan politik bagi Trump ? sama saja, hanya permainan menang dan kalah. Dan dia pasang taruhan judi capres AS nya, di partai Republik.
Demikianlah filosofi dasar langkah-langkah Cowboy Trump, yang sekarang membuat heboh jagat geopolitik dunia. Bagaimana tidak, dia tinggalkan PBB, culik Maduro presiden Venezuela, Perang Tarif Dagang, buat Board of Peace (BoP), dan terakhir AS menyerang Iran bersama Israel hingga menewaskan Ali Khamenei.
Bagi Trump semuanya hanyalah permainan, dari judi Las Vegas, kemudian judi jadi presiden AS, dan sekarang memainkan AS sebagai negara super power nomor satu dunia. Trump sadar kewajibannya untuk membuat kejayaan AS kembali tanpa tanding, yang posisinya sekarang mulai di ganggu China dan Rusia. “Make America Great Again” jargon Trump, untuk langkah-langkah progresif sehingga bisa keluar dari sandera aturan-aturan baku PBB, dan Hukum Internasional. Bagaimana tidak berani, bagi dia melihat semuanya hanya permainan, termasuk PBB yang selalu di biayai AS, dia anggap kecil. Semuanya, dia lihat sebagai sebuah permainan. Apalagi AS pegang kekuatan militer nomor satu dunia. Pasang taruhan jadi capres di partai Republik yang selalu kalah saja, dia bisa jungkir balikan jadi pemenang, apalagi sekarang, ibaratnya AS itu bagi dia adalah bandar judinya Dunia, dan dia mainkan agar tidak ada kamus AS kalah, bandar selalu menang.
Bagi Trump, sesungguhnya tidak ada keyakinan apapun, selain permainan, kalah dan menang. Dan perang dengan Iran pun, ibaratnya AS jadi promotor pertarungan Israel dan Iran, dia anggap seperti pertarungan Mike Tyson vs Holifield, dan yang akan hancur adalah Iran dan Israel, siapapun pemenangnya. Sementara AS, belum apa-apa sebagai bandar meraup keuntungan luar biasa dari produsen pabrik senjata, dengan kenaikan saham melejit, di atas 30% hingga 50%, yang kesemuanya notabene milik AS. Bagaimana tidak untung besar, seluruh belahan dunia, terlebih negara-negara teluk, memborong senjata, semuanya berpikir perang dan perang. Jika di konversikan, untuk perang dia cuma pasang 10 point, dan Jackpot Trump keluar 50 point, dengan untung besar 40 point.
Pemikiran judinya Trump terlihat manakala membuat BoP, yang bisa dia atur semau gue, berbeda dengan PBB yang berbelit-belit. Trump membuat BoP sebelum membuat perang dengan Iran, bersama Israel. Dia sebenarnya sedang membuat formasi bandar judi Twin, antara Perang dan Perdamaian, dengan demikian Bandar selalu menang, dan siapa dia ? dialah Amerika Serikat.
Setelah tahu posisi Trump dan AS, barulah kita bisa amati posisi Prabowo sebagai presiden Indonesia, yang sedang naik daun di kancah geopolitik dunia.
Prabowo di kenal di akademi militernya paling bandel, hingga kelulusannya termasuk generasi terlambat, dan terlihat cocok dipercaya menjadi komandan kopasus, yang memerlukan strategi-strategi liar untuk memenangkan sebuah peperangan.
Manakala Prabowo terjun jadi capres, dengan bakat bandelnya inilah dia bisa mencuri “bola Jokowi” dari pengasuhnya Megawati dan PDIP, tidak segan dia manuver bergandengan tangan bersama lawan politiknya Jokowi, demi sebuah kemenangan yang sangat sulit dia raih.
Ketika kampanye pun, terlihat gesture bandel Prabowo dengan mimik wajah meledek Anies, masih ingat sa’at debat ? “Sorry yee”… dan di akhiri joget gemoy yang viral.
Akhirnya Prabowo dengan langkah-langkah politisnya yang piawai, mampu menjadi presiden Indonesia. Dan sesuai dengan “ramalan alm. Gus Dur” ; bahwa Prabowo orang paling ikhlash di Indonesia, dan akan jadi presiden di masa tuanya.
Bandelnya Prabowo, yang bertransformasi menjadi strategi-strategi politis, sesuai dengan apa yang selalu di dakwahkan alm. K.H Zaenuddin M.Z tokoh Islam Moderat, bahwa umat Islam harus pandai-pandai mengikuti irama gendang dalam politik maupun geopolitik, dan kalau melawan arus pun harus mampu memperhitungkan berenang untuk bisa menyeberang sungai, bukan malah mati konyol kebawa arus.
Dari sinilah titik pijak filosofis mengapa kita mesti yakin dan percaya, bahwa langkah-langkah geopolitik dunia Prabowo, adalah demi kebaikan kita semua bangsa Indonesia.
Yang kita cermati setelah Prabowo di lantik, dia gaspol membuat pertemuan bersama Putin dan Xi Jinping, dan sekarang tidak tanggung-tanggung dia masuk BoP nya Trump. Selain tekadnya untuk membantu perdamaian di Palestina, dengan Two State Solution, ada posisi strategis bagi Indonesia, sehingga Trump tidak mengkalkulasi Indonesia sebagai ancaman. Inilah langkah progresif Prabowo, yang membuat tafsir politik “bebas aktif lebih moderat”, tidak konserfatif, ortodoks dan jumud. Sama halnya dengan Turki, Arab Saudi dan Pakistan, negara-negara Islam terbesar di dunia, yang berpaham moderat. Selama judulnya Perdamaian, apa salahnya ? Dan sama sekali bukan mendukung kebiadaban Israel terhadap Palestina, justeru disinilah Indonesia tetap bisa berperan bersama negara-negara Islam moderat lainnya, dalam memperjuangan perdamaian dalam format baru arus diplomasi style Trump-AS. Dan bandel “strategisnya” Prabowo di BoP pun terlihat, tanpa bayar iuran 17 T, dengan berbagai dalih kompensasi, yang pastinya menguntungkan Indonesia.
Demikianlah langkah-langkah Progresif Prabowo, ibarat Jenderal Kancil, yang membuat mingkem Buaya, Singa dan Harimau, ketiganya penguasa Rimba Belantara. Pikiran Jenderal Kancil, asal ketiganya bisa di buat Mingkem, beres urusan. Kita do’akan semua langkah yang sedang di upayakan Presiden Prabowo, mendapatkan kebaikan bagi Indonesia. Aamiin YRA.***

















