TERASJABAR.ID – Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendorong pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang berorientasi pada kepentingan publik dan pembangunan sosial dalam ajang India AI Impact Summit 2026 yang diselenggarakan di New Delhi, India.
Dilansir siaran pers Kemkomdigi, dalam forum tingkat tinggi tersebut, Indonesia tampil bersama sejumlah negara Global South lainnya, termasuk Togo dan Mesir, dalam panel diskusi yang membahas bagaimana negara berkembang dapat mengarahkan pemanfaatan AI agar menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Partisipasi Indonesia dalam panel ini mencerminkan perubahan penting dalam tata kelola teknologi global, di mana negara-negara Global South tidak lagi sekadar menjadi pengguna teknologi, melainkan mulai berperan sebagai aktor yang ikut membentuk arah pengembangan AI dunia.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menyampaikan bahwa dampak AI secara global saat ini baru berada pada tingkat “enam dari sepuluh”.
Menurutnya, kemajuan teknologi AI masih perlu diikuti dengan upaya memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat, khususnya di negara berkembang.
Indonesia menekankan bahwa tantangan utama ke depan bukan hanya pembangunan teknologi AI yang semakin canggih, tetapi memastikan teknologi tersebut mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat, mulai dari layanan kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi lokal.
“Transformasi digital tidak cukup berhenti pada penyediaan infrastruktur. Yang dibutuhkan adalah akses yang bermakna (meaningful access), sehingga teknologi benar-benar menjadi solusi bagi kehidupan masyarakat,” menjadi pesan utama yang disampaikan delegasi Indonesia dalam panel tersebut.
Dalam diskusi bersama para pemimpin Global South, delegasi dari Togo menyoroti pentingnya pembangunan kapasitas talenta digital dan kesiapan institusi publik agar mampu mengadopsi AI secara bertanggung jawab.
















