terasjabar.id
Senin, 18 Mei 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Senin, 18 Mei 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Opini

MELACAK TAUHID DI BALIK AI?

Herman by Herman
18 Mei 2026 05:13
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
MELACAK TAUHID DI BALIK AI?

oleh Reiner Emyot Ointoe

„Wa lillāhil-masyriqu wal-maghrib, fa aynamā tuwallū faṡamma wajhullāh, innallāha wāsi‘un ‘alīm“ — „Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke mana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas(rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.“(QS. Al-Baqarah: 115).

Era mutakhir akal imitasi(AI) telah menumbuhkan dilema moral sekaligus paradoks eksistensial manusia.

Pertanyaan mendasar muncul: bagaimana tauhid, sebagai fondasi iman Islam, berhadapan dengan teknologi yang mampu meniru kecerdasan manusia?

Dua karya akademis mutakhir memberi celah jawaban yang cukup menarik.

Pertama, Islamic Perspectives on God and Monotheism(Brill, 2026) yang diedit oleh Wahid M. Amin, Sajjad Rizvi, dan Aaron W. Hughes menyoroti kompleksitas doktrin tauhid dari perspektif Sunni, Syiah, dan filsafat Islam klasik.

Tidak hanya membahas perdebatan teologis tradisional, buku ini juga membuka ruang refleksi kontemporer, termasuk bagaimana AI memengaruhi cara manusia memahami konsep ketuhanan.

Salah satu kutipan penting berbunyi: “Tantangan kecerdasan buatan terletak bukan pada kemampuannya untuk menyaingi peran ilahi, tetapi pada kemampuannya untuk membentuk kembali pemahaman diri manusia sebagai agen moral di bawah Tuhan.”

Kutipan ini menegaskan bahwa AI bukan ancaman terhadap Tuhan, melainkan ujian bagi manusia untuk meninjau kembali peran mereka sebagai khalifah.

Dalam perspektif teologi Islam, manusia adalah subjek moral yang diberi akal dan tanggung jawab.

Kehadiran AI menimbulkan pertanyaan baru: apakah keputusan algoritmik dapat dianggap sebagai bagian dari agensi manusia, atau justru mengaburkan peran manusia sebagai subjek moral di bawah Tuhan?

RELATED POSTS

Etika AI Harus Naik Kelas dari Seruan Moral Menjadi Regulasi Negara

Wamenkomdigi: Indonesia Punya Peluang Rebut Posisi Strategis di Rantai Pasok AI Global

Bukan Sekadar Pengguna, Indonesia Targetkan Bisa Pegang Kendali AI

Ketergantungan Terhadap AI Mulai Gerus Daya Pikir Kritis

Menkomdigi: AI Bisa Tambah 3,67 Persen PDB Indonesia

Buku ini menekankan bahwa “AI memaksa kita untuk mempertimbangkan kembali tata bahasa kekuasaan ilahi, bukan karena mesin bertindak seperti dewa.

Akan tetapi, karena mereka memaksa kita untuk memikirkan kembali apa artinya bertindak sebagai manusia di hadapan Tuhan.”

Dengan demikian, tauhid tetap relevan, tetapi harus dibaca ulang dalam konteks dunia yang semakin dikuasai teknologi.

Sebagai bandingan kritis dalam sains terapan, Bridging Bioscience and Islam: Engaging Big Questions about the Human Being(Springer, April 2026) yang diedit oleh Aasim I. Padela menghubungkan bioetika Islam dengan sains modern, khususnya bioteknologi dan kedokteran.

Buku kedua membahas isu genetika, rekayasa tubuh, teknologi medis berbasis AI, dan bioetika kontemporer dengan pendekatan multidisipliner.

Padela menekankan bahwa biosains modern tidak hanya memengaruhi tubuh manusia, tetapi juga cara kita memahami diri sebagai makhluk ciptaan Tuhan.

Ia menulis: “Ilmu biologi memaksa kita untuk meninjau kembali antropologi teologis, dan bertanya kembali apa artinya menjadi manusia dalam terang intervensi teknologi.”

Kehadiran AI dalam kedokteran, misalnya, tidak menyaingi pengetahuan ilahi, tetapi menantang tanggung jawab manusia sebagai agen moral.

Padela menegaskan bahwa “Bioetika Islam harus bergulat dengan realitas ganda kemajuan ilmiah dan pertanggungjawaban ilahi.”

ADVERTISEMENT

Dengan kata lain, setiap kemajuan teknologi harus dipertimbangkan dalam kerangka tanggung jawab spiritual.

Kedua karya ini memperlihatkan bahwa tauhid dan antropologi Islam tidak berhenti pada perdebatan klasik, melainkan terus bergerak menghadapi tantangan modern.

AI dan biosains bukan ancaman terhadap Tuhan, melainkan ujian bagi manusia untuk tetap bertindak sebagai subjek moral.

Dengan demikian, tauhid tetap menjadi fondasi iman, tetapi harus dibaca ulang dalam terang teknologi yang mengubah cara kita memahami diri, Tuhan, dan dunia.***

Tags: AITauhid
ShareTweetSend

Related Posts

Etika AI Harus Naik Kelas dari Seruan Moral Menjadi Regulasi Negara
News

Etika AI Harus Naik Kelas dari Seruan Moral Menjadi Regulasi Negara

14 Mei 2026 13:48
Wamenkomdigi: Indonesia Punya Peluang Rebut Posisi Strategis di Rantai Pasok AI Global
News

Wamenkomdigi: Indonesia Punya Peluang Rebut Posisi Strategis di Rantai Pasok AI Global

6 Mei 2026 22:24
Bukan Sekadar Pengguna, Indonesia Targetkan Bisa Pegang Kendali AI
News

Bukan Sekadar Pengguna, Indonesia Targetkan Bisa Pegang Kendali AI

1 Mei 2026 14:46
Ketergantungan Terhadap AI Mulai Gerus Daya Pikir Kritis
News

Ketergantungan Terhadap AI Mulai Gerus Daya Pikir Kritis

19 Apr 2026 22:27
Menkomdigi: AI Bisa Tambah 3,67 Persen PDB Indonesia
News

Menkomdigi: AI Bisa Tambah 3,67 Persen PDB Indonesia

19 Apr 2026 21:26
Adopsi AI Tekan Biaya Hingga 40 Persen, Fungsi Keuangan Perusahaan Berubah Cepat
Ekonomi

Adopsi AI Tekan Biaya Hingga 40 Persen, Fungsi Keuangan Perusahaan Berubah Cepat

16 Apr 2026 08:25

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
7 POSISI! PT Ceres Bandung Buka Loker Terbaru, Ini Link Daftarnya

7 POSISI! PT Ceres Bandung Buka Loker Terbaru, Ini Link Daftarnya

16 Mei 2026 16:28
Info Loker BUMN: KAI Properti Buka Lowongan buat Lulusan SMA SMK

Info Loker BUMN: KAI Properti Buka Lowongan buat Lulusan SMA SMK

13 Mei 2026 17:32
Gaji 4,5 Juta! PT Emas Murni Abadi Bandung Buka Loker Staff Gudang

Gaji 4,5 Juta! PT Emas Murni Abadi Bandung Buka Loker Staff Gudang

14 Mei 2026 16:33
Buat Lulusan SMA SMK! Indomaret Bandung Buka Loker Teranyar

Buat Lulusan SMA SMK! Indomaret Bandung Buka Loker Teranyar

13 Mei 2026 17:18
Info Loker BUMN: KAI Properti Buka Lowongan buat Lulusan SMA SMK

Info Loker BUMN: KAI Properti Buka Lowongan buat Lulusan SMA SMK

2
Buat Lulusan SMA SMK! Indomaret Bandung Buka Loker Teranyar

Buat Lulusan SMA SMK! Indomaret Bandung Buka Loker Teranyar

1
MELACAK TAUHID DI BALIK AI?

MELACAK TAUHID DI BALIK AI?

0
Pelemahan Nilai Rupiah Cermin  Rapuhnya Kedaulatan Pasar Modal Indonesia

Pelemahan Nilai Rupiah Cermin Rapuhnya Kedaulatan Pasar Modal Indonesia

0
MELACAK TAUHID DI BALIK AI?

MELACAK TAUHID DI BALIK AI?

18 Mei 2026 05:13
Pelemahan Nilai Rupiah Cermin  Rapuhnya Kedaulatan Pasar Modal Indonesia

Pelemahan Nilai Rupiah Cermin Rapuhnya Kedaulatan Pasar Modal Indonesia

18 Mei 2026 04:31
Guru Perempuan Ciamis Juara 1 Paduan Suara se-Jawa Barat, Harumkan Nama Tatar Galuh

Guru Perempuan Ciamis Juara 1 Paduan Suara se-Jawa Barat, Harumkan Nama Tatar Galuh

17 Mei 2026 20:52
Libur Panjang Lereng Ciremai Jadi Sasaran Wisatawan Domestik

Libur Panjang Lereng Ciremai Jadi Sasaran Wisatawan Domestik

17 Mei 2026 20:45

Teras Arsip

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.