TERASJABAR.ID – Kampung Kaputren di Desa Putridalem, Kecamatan Jatitujuh, kembali menjadi pusat perhatian peternak domba lewat gelaran Ngarit Award 2026. Memasuki tahun keenam, ajang tahunan ini tak lagi sekadar kontes, tetapi berkembang menjadi ruang promosi, diskusi, dan penguatan ekonomi warga menjelang Idul Adha.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, panitia mengemas acara dengan konsep lebih luas. Selain pameran dan kontes domba, kegiatan diisi diskusi, silaturahmi, serta pertemuan para pemangku kepentingan untuk mendorong pengembangan peternakan di kampung yang dikenal sebagai “kampung domba” di Kecamatan Jatitujuh itu.
Acara yang mengusung tema “Ngamumuli Budaya Ingon-Ingon Menuju Ketahanan Pangan dan Peningkatan Produksi serta Pemasaran Domba” itu dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh. Tampak hadir Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Majalengka Rahmat Kartono, Kepala DKP3 Gatot Sulaeman, Anggota DPRD Majalengka dari Fraksi PDIP Iif Rivaldi, Camat Jatitujuh Agus Mulyanto, Kepala Desa Putridalem Endah Endarwati, hingga budayawan Komunitas Konser Kampung Wa Kijun.
Ketua Panitia Ngarit Award, Amin Halimin, mengatakan kegiatan pertama kali digelar pada 2020 dan rutin dilaksanakan setiap menjelang Idul Adha.
“Biasanya para peternak membawa domba untuk dipamerkan dan mengikuti kontes. Tahun ini kami kemas berbeda dengan menghadirkan para pejabat dan komunitas peternak agar ada perhatian lebih terhadap pengembangan peternakan domba di Kampung Kaputren,” ujarnya.
Amin berharap kehadiran pemerintah bisa membuka peluang bantuan, pembinaan, hingga pengembangan wisata berbasis peternakan. Saat ini, Kampung Kaputren memiliki sekitar 50 peternak domba, meningkat jauh dari hanya 10 peternak beberapa tahun lalu. Menjelang Iduladha tahun ini, sekitar 200 ekor domba dari kampung tersebut sudah dipesan untuk hewan kurban.
Salah satu peternak, Yahya, menyebut Ngarit Award efektif menjadi sarana promosi kualitas domba Kaputren.
“Dulu hanya sekitar 10 peternak, sekarang sudah ada sekitar 50 peternak domba. Penjualan juga meningkat, apalagi menjelang Iduladha,” katanya.
Selain dikenal sebagai kampung domba, Kaputren juga menjadi kampung kreatif seni dan budaya. Setiap tahun digelar Festival Kampung Kaputren, tradisi Saparan, Muludan, hingga kegiatan kuliner kreatif seperti Master Hawu.
Kepala DKP3 Majalengka Gatot Sulaeman menyatakan pihaknya siap mendukung pengembangan peternakan di wilayah tersebut. Dukungan itu meliputi pembinaan peternak, peningkatan kesehatan hewan, pengembangan produksi, hingga bantuan peralatan pertanian dan peternakan.
“Ngarit Award bukan hanya ajang silaturahmi para peternak, tetapi juga menjadi langkah nyata untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat,” ucap Gatot.
Melalui Ngarit Award 2026, Kampung Kaputren berharap semakin dikenal sebagai destinasi wisata kreatif yang memiliki ciri khas peternakan domba, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi warga.(*)

















