Sinopsis Buku
Karya : Subhan Alba
Puasa adalah ibadah yang paling pribadi, hanya diketahui oleh pelakunya dan Tuhannya. Namun, di era modern, puasa sering direduksi menjadi sekadar rutinitas fisik: menahan lapar, haus, dan menunggu waktu berbuka. Pertanyaan besar pun muncul: apakah puasa tanpa Tuhan masih layak disebut ibadah?
Buku ini menggugat cara kita memaknai puasa Ramadhan. Subhan Alba mengajak pembaca menelusuri sejarah puasa dari berbagai tradisi, mengkritisi fenomena puasa yang kehilangan ruh, serta menyoroti budaya konsumerisme yang justru merajalela di bulan suci. Dengan gaya reflektif sekaligus provokatif, ia menyingkap sisi-sisi puasa yang jarang dibahas: puasa sebagai revolusi jiwa, pendidikan empati, dan latihan integritas.
Melalui tujuh bab yang tajam, buku ini menantang pembaca untuk merenungkan kembali esensi puasa. Apakah puasa hanya sekadar lapar dan haus, ataukah ia jalan pulang menuju Tuhan?
“Puasa Tanpa Tuhan?” bukan sekadar judul kontroversial, melainkan undangan untuk kembali menemukan makna sejati Ramadhan—sebuah perjalanan spiritual yang melampaui ritual, menuju kesadaran ilahi.
















